Hobies

Mulai Jatuh Cinta Dengan Dunia Street Photography

By on March 6, 2017

Hobi traveling yang sering dilakukan akhirnya membuat gue menemukan sebuah hobi baru. Hobi tersebut adalah fotografi dengan aliran street photography. Yah seperti peribahasa ‘sambil menyelam minum air’ sambil traveling sambil mengabadikan sebuah momen. Jika kebanyakan para travelers akan banyak berkonsentrasi untuk mengambil objek wisata yang mereka kunjungi, beda halnya dengan gue. Gue mencoba untuk mengabadikan momen-momen disekitar yang menurut gue punya kesan tersendiri. Yah intinya sih gue saat ini lagi jatuh cinta banget dengan dunia fotografi di aliran street photography. Sampai-sampai kalau ngga ada agenda untuk traveling-pun, gue tetap ‘traveling’ jarak dekat (mengunjungi lokasi-lokasi sekitar tempat tinggal) untuk sekedar hunting.

Nah dalam tulisan ini gue mau bercerita deh tentang hobi baru gue satu ini. Walaupun gue bukan seorang photographer yang handal ngga apa-apa dong yah buat bercerita keseruan-keseruan di hobi baru gue ini. Selamat membaca gaes.

Berkenalan dengan street photography

Ngga kenal maka ngga sayang. Sebelum gue berbagi cerita kenapa gue jatuh hati ke dunia street photography ada baiknya kenalan dulu yah dengan aliran photography satu ini. Jadi menurut Digital Photography School, street photography adalah:

Street photography is the art of capturing life, culture, and humanity, in a candid manner -digital photography school-

Nah versi sederhana street photography dari gue pribadi adalah mengabadikan sebuah momen di ruang publik (ruang terbuka). Momen ini bermacam-macam yah gaes. Bisa interaksi antar orang (human interest), kehidupan seseorang dsb. Pokoknya segala sesuatu yang terjadi di ruang publik deh.

Walaupun bernama sreet photography tapi ruang publik yang gue maksud dalam pembahasan ini ngga hanya terpaku pada ‘jalanan’ aja lho gaes. Ruang publik dalam dunia street photography cakupannya luas. Bisa café, mall, pasar, tempat hiburan dan masih banyak yang lainnya.

berkenalan dengan street photography

Penjual minum di Alun-Alun Bandung (foto pribadi)

Berikut ini ciri khas dari street photography yang membedakan dengan aliran fotografi lainnya yang gue dapat dari desaindigital.com.

  • Foto di ruang publik (tempat umum)
  • Keadaan/kejadian yang tidak dibuat-buat, melainkan spontanitas, tetapi bisa jadi kedaan yang di harapkan, ataupun keadaan/kejadian yang kebetulan (decisive moment).
  • Tema yang dibahas merupakan kehidupan sehari-hari yang terjadi di ruang publik, apakah itu perilaku orang, lingkungan, keadaan, cuaca, dan lain sebagainya.
  • Membuat rangkaian cerita dari aktifitas sehari-hari atau membuat cerita dengan memanfaatkan aktifitas sehari-hari, seperti foto seri, foto liputan (dokumentasi).
  • Orang yang dipotret tidak ditampilkan sebagai seorang individu, melainkan sebagai tokoh anonim dari situasi “jalanan” secara umumnya.

Mulai jatuh cinta dengan street photography

Gimana…gimana? Udah tahu dong mengenai street photography?

Seperti yang udah gue jelasin di kata pembuka tadi *kaya pidato aja ada kata pembukanya 😋* kalau gue mulai jatuh cinta dengan dunia street photography. Dari hobi traveling yang gue lakukan akhirnya gue mulai melirik dunia fotografi dengan aliran nye-treet *gue nyebutnya gitu sih 😉.

Awalnya gue berpikir dari traveling apa iya hanya sekedar mengambil gambar pemandangan di suatu objek wisata? Padahal kan kita sudah banyak memakan banyak waktu, mengeluarkan tenaga dan biaya untuk menuju lokasi wisata tertentu. Yah emang sih tujuan utamanya adalah lokasi wisata tersebut tapi tentu sangat disayangkan dong udah jauh-jauh ke lokasi wisata tertentu tidak mengabadikan momen-momen yang terjadi disekitar. Nah dari sinilah gue mulai berpikir untuk mencoba menikmati dunia street photography.

tips street photography

Pak Polisi lagi membantu masyarakat (foto pribadi)

Dalam mengabadikan sebuah foto di jalanan, gue sendiri menggunakan kamera prosumer Nikon Coolpix S9900 dan iPhone 5S. Yah emang cuma gear tersebut sih yang gue punya. Mungkin nanti bakal ada yang nge-endorse? *ngarep[dot]com wkwkwk. Tapi menurut gue pribadi nih yah, aliran fotografi satu ini ngga harus bingung-bingung memikirkan gear yang dipakai. Pokoknya kamera jenis apapun bisa digunakan dalam street photography. Mau pakai kamera saku, kamera smartphone atau kamera yang masih pake rol film pun bisa digunakan. Jadi benar-benar bebas deh mau pakai kamera jenis apa, kecuali emang lo udah fotografer professional pasti gear yang dipakai juga professional dong karena pasti udah ada sponsor dan mungkin juga udah jadi sebuah profesi.

street photography dengan aliran fotografi lain

Eh ada polisi ganteng ketangkap kamera gue hahaha

Lewat street photography gue bisa mengabadikan momen-momen yang terjadi di sekitar. Gue juga mulai belajar untuk menjadi seorang paparazzi yang handal karena memang street photography ini sangat identik dengan foto candid 😌. Dan hal paling berharga menurut gue dapatkan dengan jatuh cinta ke street photography adalah pengalaman berinteraksi dengan orang-orang yang ada di ruang publik. Benar-benar seru banget sob.

Membuat banyak interaksi

Hal yang membuat street photography unik menurut gue adalah mengambil gambar secara diam-diam atau bahasa kerennya candid. Tapi ngga selamanya harus terus menerus candid juga sob. Di beberapa momen kita sangat perlu berinteraksi dengan objek. Objek disini tentu manusia yah sob bukan benda mati wkwkwk…

Awalnya sih gue juga agak sedikit canggung untuk melakukan interaksi-interaksi terhadap objek yang akan gue ambil. Tapi gue mencoba untuk belajar untuk bisa berbaur dengan objek-objek yang pengen gue abadikan. Dengan begitu mereka yang menjadi objek foto pun ngga akan canggung saat akan gue foto. Tapi ingat yah objek foto di street fotografi ini harus tetap natural, yah berjalan apa adanya. Jadi kita ngga boleh deh tuh mengatur-ngatur si objek seperti mau foto model aja 😜

foto-foto street photography dari profesional

Lagi pada asyik main catur

Nah foto diatas gue ambil saat gue hunting di sekitar Alun-Alun Bandung tepatnya di jalan Dalem Kaum. Sebelum gue mengambil foto orang-orang tersebut saat bermain catur, gue coba untuk mendekati orang-orang tersebut. Istilahnya minta izin lah untuk mengambil gambar. Baru setelah itu gue mencoba mengambil gambar sepuasnya deh. Jadi tentram kalau udah membuat interaksi terlebih dahulu. Mereka pun ngga akan merasa risih saat kita mencoba mengambil gambarnya.

belajar street photography

Badut-badut di jalan Dalem Kaum, Bandung

Dengan adanya interaksi juga gue sering mendapatkan info-info yang sebelumnya ngga gue ketahui. Seperti foto badut diatas. Gue mencoba ngobrol dengan orang yang ada di dalam badut tersebut saat mereka beristirahat. Dari ngobrol sana-sini akhirnya gue bisa tahu penghasilan mereka per hari.

Yah gitu sob, walaupun street photography adalah aliran foto dengan ‘kebebasan’ kita juga harus tetap menjaga sopan santun saat mengambil sebuah gambar. Walaupun street photography sangat identik dengan foto candid tapi kita juga perlu melakukan interaksi sosial. Interaksi-interaksi sosial ini sangat perlu dilakukan agar kita si tukang foto dengan si objek benar-benar bisa menghilangkan rasa canggung. Bahkan dari referensi yang gue baca interaksi saat ingin mengambil gambar dalam dunia street photography merupakan kunci kesuksesan dalam sebuah foto street photography.

Kejadian unik saat hunting

Namanya juga baru jatuh cinta banget dengan dunia baru, makanya banyak banget kejadian-kejadian unik yang gue dapatkan saat hunting foto di ruang publik. Seperti saat gue mencoba foto candid pengemis di atas jembatan layang. Niatnya emang gue mencoba untuk foto candid menggunakan kamera iPhone 5S gue. Gue harus berpura-pura dong biar ga disangka mau mengambil gambar pengemis tersebut. Tapi beberapa kali percobaan, gue tetap ngga berhasil mengambil gambar pengemis tersebut. Pengemis tersebut tetap memalingkan wajahnya karena dia sadar kalau gue sedang mengambil foto dirinya… hahahaaa…

teknik street photography untuk pemula

Candid cewe 😍

Ada lagi kejadian gue ditegur sama cowo yang ternyata cowo tersebut adalah pasangan dari cewe dari foto diatas. Gue benar-benar mencoba untuk candid si cewenya. Karena kamera gue bisa ngelakuin zoom yang cukup jauh, gue mencoba untuk candid dari jarak kurang lebih 5 meteran. Eh sewaktu gue ngambil beberapa foto tiba-tiba ada cowo yang nepuk pundak gue. Gue kira orang mau ngehipnotis gue, sekalinya tuh cowo pasangan si cewe dan gue sempat ditegur sama tuh cowo. Hahahaaa…sumpah gue gelagepan sekaligus takut banget waktu kejadian tersebut. Maklum gue kan masih amatir jadi belum siap dengan segala kondisi buruk yang terjadi wkwkwk.

Namanya resiko di street photography memang selalu ada. Tapi tinggal gimana kita bisa mengkondisikan diri dengan keadaan. Makanya banyak para street photographer yang sangat menyarankan untuk membangun sebuah interaksi terlebih dahulu. Yang terpenting yah tetap jaga sikap sih sob.

Ingin mencoba street photography?

Bro… gue mau tertarik nih dengan street photography. Ada saran ga buat yang baru banget mau mulai?

Hmmm… gue sendiri juga baru jatuh hati banget sama dunia street photography dan gue juga bukan photographer professional dalam bidang ini. Jadi gue kasih saran dari beberapa referensi yang udah gue baca aja yah. Semoga bisa membantu kalian semua yang ingin terjun di dunia street photography.

  • Menguasai teknik dasar fotografi, seperti teknis komposisi, angle, dan penguasaan alat.
  • Perhatikan keadaan sekitarnya, hal-hal yang sering kita lewati/lakukan berulang-ulang akan menjadi menarik ketika kita mencoba melihat dengan berbagai sudut pandang.
  • Interaksi sosial dengan lingkungan sekitar kita, perhatikan privasi orang lain. Untuk yg di luar negeri misalkan, pelajarin perilaku orang-orang di sekitar kita untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, beda negara beda budaya tentunya.
  • Pelajari arah matahari,… ada kalanya pada jam-jam tertentu, bayangan yang dihasilkan akan menarik dan manfaatkan matahari juga, adakalanya flare yang dihasilkan akan memberikan efek yang lain.
  • Photo hunting tidak hanya pada cuaca cerah, photo hunting di cuaca yang jelek akan menghasilkan foto yang berbeda (foto dengan mood yang berbeda).
  • Pergilah hunting di saat suasana hati kita berbeda-beda.
  • Sabar menunggu moment.
  • Perhatikan element jalanan di sekitar kita, misalkan: papan iklan, bayangan, sepeda, arsitektur bangunan, dll.
  • Mencobalah untuk bereksperimen dengan melanggar peraturan fotografi, misalkan foto-foto yang blur, foto dead centre, dll.

Nah kalau urusan gear, kalian ngga harus menggunakan kamera yang harganya muaaahaaalll sampai bikin kalian ngga makan 7 hari 7 malam 😂. Kalian bisa memanfaatkan kamera smartphone untuk memulainya. Jika memang suatu saat street photography benar-benar membuat kalian puas, kalian bisa mengupgrade ‘senjata’ kalian dengan ‘senjata’ baru seperti kamera prosumer, mirrorless atau bahkan DSLR. Tapi saran dari para photographer professional sih kalau ingin hunting foto di jalanan sebaiknya menggunakan kamera kecil agar objek yang akan kita foto terutama manusia ngga canggung atau risih saat kita mengambil gambar mereka. Kamera-kamera besar dengan lensa yang besar kadang-kadang membuat objek yang ingin kita ambil gambarnya jadi merasa risih.

Hmmm…. Sepertinya perjumpaan kita sampai disini dulu yah. Buat kalian yang ada di Bandung yang juga suka dengan dunia street photography boleh lho ajak-ajak gue kalau lagi mau hunting di weekend. Gue tentu akan senang banget kalau ada ajakan hunting. Sampai ketemu di tulisan gue lainnya sob…see you!!!

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT