Random

Lebih Berhati-Hati Lagi

By on November 20, 2016

Postingan gue kali ini mau sedikit serius. Iya serius jadi kalian yang akan membaca harus pasang muka serius sampai jidat pada mengkerut hihihi. Gue lagi kepengen ngebahas tentang berita yang lagi hangat-hangatnya saat ini. Berita seputar seseorang yang mendapatkan efek dari cuitannya di Twitter karena dianggap melecehkan seorang ulama. Yaps gue mau bahas berita ini dari sisi gue yah. Jadi sebelumnya gue minta maaf kalau ada salah-salah kata ataupun ada pihak yang tersinggung karena postingan kali ini.

Kalian pasti sudah pada tahu berita tentang seorang pekerja di bidang konstruksi yang memberikan cuitan dengan kata-kata yang sebenarnya ga pantas dikeluarkan untuk orang yang lebih tua. Orangnya ga usah gue sebutin yah (karena gue yakin udah terkenal di berbagai media sekarang). Yang belum tahu beritanya bisa baca di beberapa referensi yang gue kasih di bawah ini.

Referensi 1, Referensi 2, Referensi 3, Referensi 4

Dari keempat referensi yang gue berikan itu kalian bisa menilai bagaimana bahasa yang digunakan oleh seorang anak muda untuk membalas cuitan dari orang yang usianya lebih muda. Anak muda bernama Pandu Wijaya ini menambahkan kata “ndasmu” di akhir kalimat. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia “ndasmu” ini berarti “kepalamu”. Gue juga sering pakai kata ini karena memang gue juga orang Jawa. Tapi biasanya kata “ndasmu” ini gue pakai untuk meledek teman-teman sebaya atau teman sepermainan. Intinya teman yang seumuran dan sudah akrab. Kenapa kata sudah akrab gue tebalin? Karena buat orang-orang yang ga deket sama gue, ketika gue melontarkan kata “ndasmu” bisa saja langsung sakit hati. Apalagi kalau diucapkannya mantep dengan dialeg daerah Jawa Tengah-an atau Jawa Timur-an. Makin nancep di hati orang deh heuheu.

cuitan pandu wijaya ke gus mus

Cuitan Pandu Wijaya

Nah dari kejadiaan ini setidaknya mengajak gue pribadi dan juga kalian yang sedang membaca postingan ini untuk lebih berhati-hati lagi dalam menyampaikan saran, kritik atau masukan melalui sosial media. Lagian sudah banyak kok kejadian-kejadian serupa. Mungkin pemuda ini ga mau belajar dari hal-hal yang sudah terjadi atau mungkin mas Pandu ini niat awalnya ingin coba-coba karena pengen terkenal. Hmm…ke ulama kok coba-coba heuheu.

Gue sendiri berpikiran mungkin pemuda ini terbawa emosi sesaat saja ketika membaca twit dari Gus Mus tersebut. Ditambah lagi maraknya kasus penistaan agama yang sekarang lagi hot-hotnya seperti hotnya chicken wings level 5 dari Richeese Factory. Wajar sih bila pemuda masih labil dalam berpikir dan juga masih emosi dalam mengambil keputusan. Tapi yah ga seharusnya melakukan hal yang demikian juga dong. Banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus menggunakan kata kasar seperti yang dilakukan pemuda berinisial PW ini.

cuitan pandu wijaya ke gus mus

Pertukaran informasi bergerak dengan cepat

Saat ini kita hidup di zaman teknologi yang berkembang dengan sangat pesat dimana yang namanya pertukaran informasi terjadi sangat cepat. Media-media sosial pun banyak yang lahir dan gue akui media sosial juga membawa kebiasaan baru untuk kita. Tinggal bagaimana kita beradaptasi dalam menggunakan media sosial tersebut. Media sosial adalah media yang terhubung secara global bro, bukan media yang hanya menghubungkan lu dengan beberapa orang yang lu kenal saja. Di media sosial juga perlu etika dan sopan santun. Jangan mentang-mentang di media sosial etika dan sopan santun jadi hilang.

OK dari kejadian ini dan kejadian-kejadian yang pernah ada sebelumnya bisa kita simpulkan masing-masing dong? Yang namanya sosial media ini mempunyai dampak yang sangat besar. Sosial media bisa jadi baik atau buruk tergantung kepada diri kita sendiri. Yah gue sih mengajak ke kalian semua yang saat ini sedang membaca postingan ini sebaiknya menggunakan sosial media secara bijak. Kalau memang ga bisa bijak dalam menggunakan sosial media lebih baik ga usah menggunakannya. Biar saja dikatakan katro atau gaptek daripada harus menggunakan sosial media untuk hal-hal yang bisa merusak citra diri sendiri.

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT