Random

Mengenal Segitiga Eksposure Dalam Fotografi

By on February 10, 2017

Hadirnya sosial media di zaman teknologi seperti sekarang mendorong suatu kebiasaan baru. Salah satu kebiasaan tersebut adalah kebiasaan untuk mengambil gambar sebuah momen atau kejadian tertentu menggunakan kamera baik kamera smartphone, kamera saku, mirrorless, DSLR dsb untuk kemudian diunggah ke sosial media yang ada.

Teknologi kamera pun semakin kesini semakin keren dan canggih dengan segala fitur-fitur yang ditawarkan. Tapi pada dasarnya penggunaan semua kamera mempunyai teknik dasar yang harus diperhatikan oleh seseorang yang akan menggunakannya. Kadang-kadang terlintas di pikiran kita

 kok hasil foto gue dengan kamera A lebih gelap dibandingkan kamera B punya dia. Apa karena harganya lebih mahal?

Mau kamera mahal semahal apapun jika kita ngga tahu dasar teknik fotografi yah selamanya foto yang kita hasilkan yah pasti gitu-gitu aja, ngga maju-maju 😆. Nah kesempatan ini gue mau ngasih tahu ke kalian semua mengenai teknik dasar fotografi yaitu Mengenal Segitiga Eksposure. Ini merupakan teknik dasar yang harus banget kalian kuasai. Walaupun gue bukan seorang fotografer (gue hanya penghobi saja) tapi ngga ada salahnya yah kalau gue berbagi pengalaman melalui postingan kali ini. OK 👌.

Apa itu segitiga eksposure?

Gue sendiri agak sulit nih mengartikan apa sih segititga eksposure itu. Tapi pengertian sederhananya versi gue adalah pengaturan kamera yang harus di setting sedemikian rupa untuk mendapatkan hasil gambar dengan pencahayaan yang pas sehingga hasil gambar tidak underexposure (kurang cahaya) atau overexposure (kelebihan cahaya).

belajar segitiga ekposure dalam fotografi

Konsep segitiga eksposure dalam fotografi

Lalu kenapa namanya segitiga ekposure? Kok ngga lingkaran ekpsosure atau trapesium eksposure? Hahahaaa… ini udah dari sononya bro…😝. Eh ngga… ngga gitu emang ada alasannya kenapa dinamakan segititga eksposure. Hal ini dikarenakan ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum kita menggunakan kamera yaitu Aperture, Shutter Speed, dan ISO. Ketiga hal inilah yang harus kita setting sebelum kamera kita gunakan agar hasil gambarnya maksimal.

Konsep segitiga eksposure

Mau kamera semahal apapun jika kita ngga tahu konsep dasar fotografi pasti akan menghasilkan gambar yang membuat kita geram 😡. Dengan mengetahui konsep dasar fotografi semoga saja kita-kita yang mempunyai kamera biasa-biasa saja ngga perlu lagi minder kalau mau bersaing sama kamera yang harganya bikin kantong cekak. Ingat kata-kata andalan para fotografer gaes “man behind the gun” sangat berlaku di dunia fotografi heheheee…

Seperti yang sudah gue tulis diatas, setiap kamera pasti mempunyai 3 hal yang harus diperhatikan saat ingin digunakan yaitu Aperture, Shutter Speed, dan ISO. Inilah konsep dasar dari segitiga ekpsore tersebut. Mari diulik satu per satu.

  • Aperture

Aperture atau biasa disebut diafragma dapat diartikan sebagai bukaan lensa. Dalam fotografi aperture ini dilambangkan dengan huruf ‘f ‘. Contoh penulisan aperture adalah f/1.8, f/5.6, f/8, f/11 dst. Semakin kecil nilai aperture (ex: f/1.8) maka semakin besar bukaan diafragmanya dan semakin kecil nilai aperture (ex: f/22) maka semakin kecil bukaan lensa. Maka semakin besar bukaan lensa berarti semakin banyak cahaya yang akan masuk dan sebaliknya.

belajar teknik dasar fotografi segitiga eksposure

Mengenal konsep aperture

Efek pengaturan aperture pada sebuah kamera adalah untuk men-setting ruang tajam yang ingin dihasilkan pada sebuah foto. Nilai aperture kecil maka ruang tajam semakin sempit karena foto akan menghasilkan efek bokeh. Sebaliknya nilai aperture besar maka ruang foto semakin luas karena semua bagian foto akan terlihat tajam. Kalian bisa melihat contohnya dibawah ini.

segitita eksposure dalam fotografi

Perbedaan hasil gambar pada penggunaan nilai aperture

Jadi ketika kalian ingin mendapatkan foto dengan efek bokeh maka gunakan nilai aperture kecil. Tapi jika kalian ingin mendapatkan gambar yang tajam silahkan setting nilai aperture di nilai yang besar.

  • Shutter Speed

Shutter speed atau kecepatan rana adalah kecepatan kamera dalam menangkap gambar. Di display pada kamera biasanya akan tampil sebuah pecahan angka 1/8, 1/10, 1/80, 1/200, 1/500 dst. Angka-angka tersebut bukan sekedar pajangan atau angka-angka untuk digadaikan di togel 😝 tapi mempunyai arti gaes.

Jadi misalnya kalian menggunakan shutter speed 1/80 itu artinya kalian menggunakan kecepatan 1/80 detik untuk mengambil sebuah objek. Semakin besar angkanya maka semakin cepat juga kamera dalam melakukan pengambilan sebuah objek.

Nah pasti dalam benak kalian akan muncul pertanyaan

kapan gue harus menggunakan shutter speed yang cepat dan kapan menggunakan yang lambat?

Ah sudah kuduga pasti pertanyaan ini akan muncul 😁. Shutter speed berangka kecil (lambat) bisa digunakan ketika kalian ingin membuat foto long exposure pada malam hari. Atau contoh lainnya adalah mengambil gambar foto air terjun dengan efek air seperti kapas.

 

rumus sederhana segitiga eksposure

Long exposure menggunakan shutter speed yang lambat

mengenal segitiga eksposure dalam fotografi

Menggunakan slow shutter speed untuk menghasilkan efek air seperti ini

Sedangkan shutter speed dengan penggunaan angka besar digunakan jika kalian ingin nge-freeze suatu objek bergerak. Misal kalian ingin memotret Valentino Rossi di lintasan, maka gunakan shutter speed dengan angka yang tinggi agar mbah Vale ngga terlihat ngeblur pada hasil gambarnya.

  • ISO

Komponen terakhir dari segitiga eksposure adalah ISO. ISO adalah sensitifitas sensor kamera dalam menangkap cahaya. Pada kamera biasanya nilai ISO dimulai dari angka 100, 200, 400, dan seterusnya. Untuk mengatur ISO kita harus menggunakan perasaan gaes ☺, kita harus peka dengan cahaya sekitar agar ISO yang dipakai bisa pas…ngga kurang ngga lebih 😁.

teknik dasar fotografi segitiga eksposure

Perbedaan penggunaan ISO

Contoh penggunaan ISO rendah adalah saat siang hari ketika cuaca lagi cerah-cerahnya sedangkan contoh penggunaan ISO dengan nilai tinggi adalah disaat kondisi cuaca mendung atau ketika malam hari. Resiko penggunaan nilai ISO yang tinggi adalah munculnya noise pada hasil gambar. Apa sih noise itu? Itu lho bintik-bintik kecil di foto bro… jadi sekarang jangan bilang kalau bintik-bintik kecil pada hasil foto dikarenakan kameranya rusak 😏. Tapi itu memang wajar terjadi karena mungkin kalian menggunakan ISO dengan nilai tinggi heuheu…

Sekarang jadi tahu dong dasar dari fotografi? Tinggal prakteknya saja. Semakin sering berlatih maka ketiga komponen yang gue jelaskan panjang lebar pada postingan ini pasti bisa dikuasai dengan baik. Apalagi buat kalian yang sudah mempunyai kamera mumpuni yang masih ragu-ragu untuk mengeksplore kemampuan pada settingan manual di kamera kini saatnya beralih ke setting manual gaes!!! Biar makin ajibbb lagi hasil fotonya. Untuk kalian yang ingin belajar mengenai konsep segitiga eksposure ini kalian bisa belajar menggunakan sebuah simulasi berikut.

Sampai disini dulu postingan gue kali ini. Semoga bermanfaat yah terutama untuk kalian para traveler yang kemana-mana pasti kamera ngga boleh ketinggalan karena untuk mengabadikan momen-momen seru maka sekarang bisa memaksimalkan kamera kalian setelah membaca postingan gue kali ini. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya. See you gaes!!!

 

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT