Stories

Menghabiskan Libur Natal Di Pantai Batukaras

By on December 30, 2016

Halohaaaa semuaaa… apa kabar? Semoga semua baik-baik aja yah. Oh iya gimana nih liburan natalnya? Pada menghabiskan liburan dengan siapa? Dimana? *duh gue kepo banget yah hahahaaa… Gue yakin pasti kalian semua punya cerita seru tentang liburan natal tahun ini. Apalagi perginya bersama orang yang spesial seperti keluarga, teman, sahabat, pacar, pacarnya teman atau pacar khayalan 😂😅. BTW kenapa gue ngebahas libur natal? Karena tulisan gue kali ini pengen menceritakan tentang keseruan gue bersama teman-teman gue menghabiskan libur natal. Iya gue menghabiskan libur natal bersama teman-teman kampus gue. Niatnya mau sama pacar, cuma karena gue keburu kebangun dari mimpi jadi aja pacarnya langsung hilang gitu ga tau kemana 😁. Yuk akhh… disimak cerita seru liburan natal yang gue dan teman-teman habiskan di pantai Batukaras. Seperti biasa kalau mau meneruskan membaca tulisan gue, gue sarankan ke kalian menyediakan cemilan + kopi atau susu biar makin seru dan ga bosen plusss…minta ditemenin pacar juga biar makin asyik gitu huhuhu… kalau ga punya pacar sini yang cewe mendekat ke gue… Bisa lho daftar wkwkwk…

Menuju Pantai Batukaras

Gue menghabiskan libur natal tahun ini bersama teman-teman kampus ke pantai Batukaras. Ga seperti libur natal tahun kemarin yang hampir sebagian besar teman-teman kampus ikutan untuk menikmati Jogja, di libur natal tahun ini yang bisa ikut hanya Kang Umam, Kang Ricky, Neng Ami, Neng Kamila, Neng Yuyun, dan Gerry (teman dari 3 neng-neng yang udah gue sebutkan namanya). Walaupun hanya sebagian teman-teman yang ikut tapi tetap saja liburan kali ini bakal spesial. Yah mungkin bakal spesial lagi kalau ada orang spesial yang gue ajak heuheu…

Gue dan teman-teman berangkat sekitar pukul 22.30-an lebih (tapi lebihnya banyak) dari titik kumpul. Rencana awalnya sih berangkat jam 22.00, cuma karena masih ada kendala di mobil rental jadi lumayan molor gitu heuheu. BTW tuh mobil rental dapetnya di waktu-waktu yang mepet karena sebelumnya memang berencana untuk menggunakan mobil Kang Ricky. Untung aja dapet tuh mobil rental dengan harga murah, ah ini semua karena Neng Ami… makasih ya Mi nanti ditraktir es krim deh hahaha kalau ingat.

Dari titik kumpul, kami ga langsung keluar Bandung tapi harus menjemput Kang Ricky dulu di daerah Cimahi. Setelah personil lengkap akhirnya kami melaju keluar tol Purbaleunyi. Sekitar pukul 12 kurang kami sudah keluar dari tol Purbaleunyi. Keadaaan tol malam itu cukup lengang jadi Neng Kamila yang menjadi sopir bisa memacu mobil di kecepatan 60-80 km/h. Sempet deg-deg ser juga karena Neng Kamila baru dapet SIM A ga tahu deh dapet SIM-nya nembak atau ga tuh hahahaaa. Keluar dari tol Purbaleunyi kami berhenti di Alfamart untuk membeli perbekalan dalam perjalanan nanti sekaligus menyerahkan tahta kursi sopir ke Kang Umam.

Sepanjang perjalanan kami saling cerita ngalor ngidul  biar suasana di mobil jadi rame, tapi intinya sih biar Kang Umam yang saat itu jadi sopir ga ngantuk. Eh tapi lama kelamaan juga yang lainnya udah tergeletak kaya ikan asin di tempat duduknya masing-masing sehingga suasana tiba-tiba menjadi sunyi senyap seperti di kuburan heuheu. Untungnya gue masih melek karena emang gue kelelawar yang hidupnya tengah malam gitu jadi gue bisa menemani Kang Umam untuk cerita-cerita biar ga ngantuk.

Jalanan malam itu terbilang ramai lancar sehingga Kang Umam bisa memacu mobil di kecepatan rata-rata 80-90 km/h. Sempat tersendat di daerah Malangbong karena harus mengantri untuk menyusul truk yang udah engap-engapan di tanjakan. Sama kaya gue udah engap-engapan banget mendem perasaan ini ke kamu…iyaaa kamuuu…hahaha…

FYI yang belum pernah ke Batukaras jika kalian berangkat dari Bandung maka kalian bisa memilih jalur selatan yang tentunya akan melewati kota Tasik, Garut, Ciawi, Ciamis, Banjar dan kota-kota lain yang gue ga hapal karena ga punya daftar absennya 😋😆. Untuk jalan alternatif sih gue ga tahu yah mungkin kalian bisa menanyakan ke sesepuh seperti mbah GOOGLE. Pantai Batukaras ini masih satu garis pantai dengan Pantai Pangandaran, jadi kalau kalian ingin ke Batukaras menggunakan kendaraan umum, kalian bisa mencari bis ke arah Pangandaran. Untuk detail lokasi pantai Batukaras kalian bisa lihat pada maps dibawah ini.

Masuk daerah Ciamis akhirnya gue menggantikan Kang Umam jadi sopir. Sekitar pukul 4 kurang kami sudah memasuki daerah Pangandaran dan istirahat sejenak di SPBU untuk menunggu adzan Shubuh. Pukul setengah lima kurang kami melanjutkan perjalanan kembali ke Batukaras. Kali ini gue serahin lagi kursi kehormatan sebagai sopir ke Kang Umam. Kang Umam menargetkan bisa sampai Batukaras pukul 06.00. Karakter jalan menuju pantai Pangandaran berkelok-kelok ditambah banyak tambalan jalan sana-sini dan tidak terlalu lebar sehingga dibutuhkan konsentrasi ekstra untuk menaklukannya *seperti gue yang lagi konsentrasi untuk menaklukan hati dia 😚😜*. Bisa gue bilang karakter jalannya seperti di jalur Nagreg, cuma bedanya jalan menuju pantai Pangandaran ini ga terlalu banyak tanjakannya.

Pukul 5 lebih kami sudah sampai di jalan masuk pantai Pangandaran. Kang Umam sebenarnya ngasih opsi apakah kami mau mampir dulu ke pantai Pangandarannya untuk sekedar melihat sunrise. Cuma…kata Kang Umam kalau masuk ke pantai Pangandarannya harus bayar, jadi kami urungkan niat tersebut. Lumayan lah untuk mengirit pengeluaran hahaha. Maklum kan masih tanggal tua dan liburan yang kami lakukan saat ini juga serba spontan hihihii…

Nah untuk mencapai Batukaras kami harus menempuh sekitar 40-60 menit dari persimpangan jalan pantai Pangandaran. Dari persimpangan jalan pantai Pangandaran kami berbelok ke kanan untuk melanjutkan perjalanan agar cepat sampai ke pantai Batukaras huhuhuuu… Untungnya jalan pagi itu masih sepi sehingga sang sopir bisa memacu kendaraan lumayan cepat. Jalan menuju pantai Batukaras ini jauh lebih baik dibanding dengan jalan menuju pantai Pangandaran. Jalannya masih mulus semulus paha Syahrini gitu hihihi tapi harus tetap ekstra hati-hati karena jalannya juga ga terlalu lebar.

Tiba di Pantai Batukaras

Pukul 6 kurang kami sudah sampai pintu gerbang masuk pantai Batukarasnya dan disini kami ditagih uang masuk sebesar Rp 61.000. Gue ga tahu gimana ngitungnya, pokoknya si abang-abang penjaga gerbangnya cuma nanya berapa orang yang ada di mobil gitu. Yah gue pikir sih dihitung per berapa banyak jumlah orang plus kendaraan yang kami gunakan. Dan sialnya waktu itu kami ga dikasih tiket tanda pembayaran hufftt… jadi ga bisa difoto kan wkwkwk.

Setelah sampai di pantai Batukaras kami mencoba untuk menikmati suasana pagi di pantai tersebut. Yah walaupun sudah telat untuk menyaksikan sunrise huhuhuuu… Akhirnya kami menepikan mobil dan mencoba merasakan suasana pantai Batukaras. Oh iya niat awalnya kami ingin camping gitu, cuma karena ini semua terjadi dadakan yang menyebabkan kami-kami ga ada persiapan untuk menyewa tenda dan berbagai peralatan lain maka niat camping diurungkan mungkin lain kali deh heuheuheu…

Ga lupa kami foto-foto dulu sebagai bukti kalau kami sudah sampai di pantai Batukaras. Ini dia foto-fotonya.

suasana di pantai batukaras

Selamat pagi Pantai Batukaras

harga tiket masuk pantai batukaras

menghabiskan libur natal di pantai batukaras

mengeksplore keindahan pantai batukaras

menikmati libur panjang di pantai batukaras

Hiii Batukaras, kami datang berkunjung!!!

Setelah puas main di tepi pantai kami berinisiatif untuk bertanya ke warga sekitar tentang penginapan. Opsi utama adalah menyewa rumah (guest house) karena lebih murah jika dibandingkan dengan menginap di hotel. Setelah tanya sana-sini harga guest house berkisar antara 400-600 ribuan untuk guest house yang memiliki fasilitas kipas angin, kamar mandi, TV, 2-3 kamar tidur. Rentang harga segitu katanya emang untuk harga pas liburan, tapi gue sih ga terlalu yakin kalau harga segitu untuk harga liburan alias harga tersebut harga normal. Kenapa? Karena masih banyak guest house kosong yang gue temui sepanjang jalan pantai Batukaras ini.

Setelah tahu kisaran harga guest house kami kembali ke mobil untuk mencari sarapan. Iya waktu itu gue udah laper banget, perut udah puterin lagu keroncong ga jelas hikss… Akhirnya kami kembali memakirkan mobil  di parkiran utama di pantai Batukaras dan mencari warung yang sudah buka untuk mencari sarapan. Suasana pagi (25/12) di pantai Batukaras terbilang cukup sepi seperti hati gue gitu hikss. Mungkin pada masih banyak yang molor dan malas keluar hehehe…

area parkir di pantai batukaras

Area parkir utama di Pantai Batukaras

Akhirnya dengan muka lemas tapi tetap kece, gue dan teman-teman lain mendatangi sebuah warung di sekitar tempat parkir. Gue ga tahu sih nama warungnya apa tapi yang jelas gue tertarik karena ada tulisan soto ayam hahahaaa… Gue beneran kelaperan banget pagi itu, jadi gue pengen makan yang berat langsung. Akhirnya gue, Kang Umam, dan Kang Ricky memesan soto ayam. Neng Kamila dan Neng Yuyun memesan pecel. Sedangkan Neng Ami duduk setia di warung seperti mba-mba penjaga warungnya, tapi kalau Neng Ami mah penjaga warung yang cantik da…heuheu tapi akhirnya Neng Ami memesan popmie karena ga tahan godaan juga 😂. Kalau Gerry waktu itu gue inget dia ga pesan apa-apa deh atau pesan sesuatu yah…duh gue amnesia gini wkwkwk…

Sumpah gue kira rasa sotonya enak karena nungguinnya juga butuh waktu sekitar 30 menitan. Gue kira dengan waktu tunggu yang lama tersebut bakal dapetin rasa soto yang muanttteeeebbbbeee pooollll, tapi nyatanya ga sama sekali. Rasa sotonya anyeb banget. Ga terasa apa-apa. Kalau gue bilang ini mah cuma campuran nasi, ayam, bihun disiram air panas gitu. Hufftt sumpah gue nyesel banget. Udah nunggu lama-lama sampai cacing-cacing di perut berjoged ria karena lagu keroncong eh malah cita rasa makanannya anyeb gitu. Menyebalkannnn 😠😡.

FYI sepertinya harga makan di warung-warung sekitar Batukaras tidak mematok harga yang tinggi. Gue mengira harga satu mangkok soto di tempat wisata seperti pantai Batukaras ini kisaran 15 – 20 ribuan. Tapi prediksi gue salah. Harga satu mangkok soto anyeb…nyeb yang gue pesen ternyata berharga Rp 10.000 saja. Terbilang murah sih…iya murah dengan rasa anyebnya wkwkwk. Satu cup popmie juga dihargai Rp 10.000. Gue saranin kalau kalian ke pantai Batukaras dalam keadaan lapar mending beli popmie yang jelas-jelas ada rasanya wkwkwk.

Setelah mengisi perut akhirnya kami melanjutkan untuk mencari jodoh eh maksudnya penginapan 😅😅. Berbekal informasi yang sudah didapat kami mencoba untuk mencari penginapan di sekitar jalan pantai Batukaras. Akhirnya kami menemukan sebuah guest house bernama WOLU. Guest house-nya terbilang bagus. Fasilitas yang diberikan di guest house ini antara lain: TV, 1 kamar mandi utama, 2 kamar mandi dalam (kamar tidur), 3 kamar tidur, ruang keluarga untuk berkumpul, dan dapur. Ibu yang punya rumah juga ramah banget ke kami, beneran deh. Waktu menyewa guest house ini kami dikasih harga Rp 600.000. Jika ingin menggunakan AC kami diminta tambahan biaya lagi sebesar Rp 50.000. Tapi akhirnya kami tidak menggunakan fasilitas AC dikarenakan letak ACnya yang hanya satu di ruang tidur bukan ruang keluarga. Tapi aslinya mah biar hemat pengeluaran wkwkwk. Guest house WOLU ini terletak di seberang jalan pantai Batukaras. Jadi jika ingin pergi bermain di sisi pantai cukup nyebrang jalan saja ga perlu jalan jauh hihihi…

info penginapan di pantai batukaras

info harga penginapan di area pantai batukaras

Akhirnya menemukan penginapan juga

Setelah mendapat guest house kami memutuskan untuk beristirahat karena memang udah capek banget. Muka udah pada kucel semua ditambah lagi tenaga udah ga ada walaupun udah diisi dengan soto yang rasanya anyeb…nyeb…nyeb wkwkwk. Akhirnya kami semua pada rebahan di kasur yang ada di guest house WOLU ini. Eh dari cuma sekedar rebahan satu per satu pada tewas semua ke alam mimpi hihihihi.

Menjelang siang sekitar pukul 10.30 gue kebangun dan gue lihat Kang Ricky, Kang Umam, dan Gerry masih pada tergeletak di atas kasur udah kaya ikan asin dijemur gitu wkwkwk. Karena gue sendiri yang terbangun akhirnya gue memutuskan untuk menikmati pantai Batukaras siang-siang. Yah sekalian menghitamkan kulit biar kaya bule-bule gitu hahaha. Niat awalnya ingin ngajak yang cewe-cewe biar berasa kaya punya pasangan gitu wkwkwk tapi apa mau dikata yang cewe-cewe juga masih banyak yang terdampar di alam tidurnya masing-masing. Yah nasib jomblo mah gini, kemana-mana sendiri hahahaha…

Menikmati Pantai Batukaras di Siang Hari

Sekitar pukul 10.45 gue keluar dengan muka apa adanya. Maksudnya muka belum mandi gitu tapi tenang gue masih tetap kece kok wkwkwk *maksa 😂😅. Gue mencoba untuk menyusuri pantai Batukaras sendiri. Eh ga sendiri juga sih gue ditemani sama sohib gue yang setia banget kalau diajak travelling namanya neng Nikon Coolpix S9900 hehehe… Dengan ditemani neng Nikon ini gue mencoba untuk mengeksplor pantai Batukaras. Oh iya gue menyusuri pantai dengan jalan kaki di siang hari yang waktu itu mataharinya terik banget sampai membakar hati eh maksudnya kulit. Saran gue kalau kalian ingin menikmati pantai Batukaras di siang hari sewaktu lagi terik-teriknya matahari jangan lupa memakai sunblock atau membawa perlengkapan lain seperti topi. Dari hasil menyusuri pantai Batukaras gue mengambil beberapa momen-momen keren seperti ini.

jajaran perahu nelayan di pantai batukaras

bersantai di pantai batukaras

pesona pantai batukaras

Menikmati Pantai Batukaras di siang hari

Selepas menyusur pinggiran pantai, gue mencoba untuk naik ke karang-karang yang ada di pantai Batukaras ini. Di atas karang gue bisa melihat betapa indahnya pemandangan pantai Batukaras ini. Tiba-tiba gue galau, ingin menulis di catatan gue waktu itu *eh maaf curcol wkwkwk. Dari atas batu karang ini gue juga bisa melihat orang-orang banyak yang melakukan surfing baik orang lokal maupun bule.

bermain surfing di pantai batukaras

surfing di area pantai batukaras

Dari hasil mengeksplor pantai Batukaras sendiri akhirnya gue lelah…iya lelah menanti kamu eaaaa…. Akhirnya gue mencoba untuk membujuk teman-teman lainnya agar ikut bergabung bersama gue. Akhirnya 3 srikandi bergabung bersama gue untuk minta difotoin. Nasib sih emang kalau jadi tukang foto tuh gini hahaha.

pemandangan di pantai batukaras

foto-foto di pantai batukaras

Ngefotoin para srikandi

Tapi pada akhirnya selepas sholat Dhuhur semua berkumpul untuk mencari makan siang. Waktu itu kami makan di restoran Sederhana. Bukan restoran Padang yah melainkan seafood. Tampilan luarnya sih menarik nih restoran. Anggapan awal gue nih restoran pasti mematok harga yang cukup mahal. Hmmm…tapi anggapan gue salah gaes. Di restoran ini harga yang ditawarkan cukup masuk akal untuk dompet mahasiswa lah. Ada berbagai menu yang ditawarkan di restoran ini, tapi utamanya memang seafood. Ya iyalah secara ini kan daerah pantai wkwkwk. Restoran ini terletak berdekatan dengan parkiran utama pantai Batukaras. Letaknya strategis kok, jadi kalian bisa langsung menemukannya.

restoran di sekitar pantai batukaras

pesona pantai batukaras dengan ombak untuk surfing

Menu makan siang di Pantai Batukaras

Selepas makan siang kami semua kembali ke guest house untuk beristirahat sejenak. Rencana sore hari akan dilanjutkan untuk menikmati daerah yang agak kekota-kotaan sekaligus untuk mengisi bahan bakar mobil dan membeli beberapa bahan makanan. Rencananya para srikandi mau masak gitu karena ada dapur hahaha. Kira-kira jadi atau ga para srikandi untuk memasak? Ikuti terus kelanjutan ceritanya yah gaes huhuhuhu… Bersambung.

 

Tips Selama di Pantai Batukaras

  1. Untuk menginap tidak perlu bingung untuk mencari penginapan. Di sepanjang jalan pantai Batukaras kalian akan menemukan banyak jenis penginapan tinggal dipilih saja. Ada hotel dan guest house. Jika kalian datang ke pantai Batukaras bersama rombongan seperti gue, gue sangat menyarankan untuk menyewa guest house. Rentang harga penyewaan guest house berkisar antara 400-800 ribu rupiah. Tergantung fasilitas yang ditawarkan. Gue bisa merekomendasikan guest house WOLU sebagai alternatif penginapan yang kalian bisa pilih.
  2. Jika memang belum memesan penginapan seperti hotel atau guest house, gue sangat menyarankan untuk kalian melakukan survey harga dulu agar mendapat perbandingan. Setelah tahu kisaran harga silahkan untuk melanjutkan memilih penginapan yang sesuai dengan budget kalian. Tips ini lebih menyasar untuk backpacker sih hihiihiiii…
  3. Untuk masalah makan di sepanjang jalan pantai Batukaras banyak warung-warung makan dan ada beberapa restoran juga. Untuk warung makan pintar-pintar saja memilihnya. Jika tidak kalian bisa saja merasakan kekecewaan seperti cerita gue. Paling aman memang makan popmie dah. Untuk urusan harga masih masuk akal kok. Tapi gue lebih menyarankan untuk membawa perbekalan dari rumah.
  4. Jika kalian ke pantai Batukaras menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya mengisi BBM terlebih dahulu di sepanjang jalan Pangandaran atau sepanjang jalan ke arah pantai Batukarasnya. Ini buat jaga-jaga karena di sekitaran jalan pantai Batukaras kalian ga akan menemukan banyak SPBU yang kalian temukan paling Pertamini SPBU yang diurus perorangan gitu.
  5. Jangan lupa untuk membawa sunblock dan perlengkapan lainnya jika ingin menikmati pantai Batukaras di siang hari. Terik matahari lumayan menyengat di pantai Batukaras ketika cuaca lagi bagus-bagusnya.
  6. Kalian bisa menikmati pantai dengan bersantai di pinggirnya menggunakan tikar. Tikar bisa kalian sewa. Banyak kok penyewaan tikar di pantai Batukaras.
  7. Kalian bisa ber-surfing ria di pantai Batukaras. Ombak di pantai Batukaras lumayan tinggi dan sangat pas untuk kalian yang ingin belajar mengendalikan papan surfing. Jika kalian tidak mempunyai papan surfing, kalian bisa menyewanya kok.

Itu sedikit tips dari gue pribadi. Semoga saja bisa membantu. Sampai ketemu di cerita berikutnya gaes.

 

TAG
RELATED POSTS
2 Comments
  1. Reply

    Ami

    December 30, 2016

    Sepanjang ini dan cerita satu hari belum selesai? 😂 semoga yang baca selalu diberi kesabaran menyelesaikan cerita seperti si penulis yang sabar mencari sang pujaan hati hahaha

    • Reply

      jeje

      December 30, 2016

      Kan diawal udah dibilang siapin cemilan + kopi dan jangan lupa juga ngajak yang spesial biar ga bosen bacanya… ah ketahuan nih Ami bacanya sendiri hahaha

LEAVE A COMMENT