Stories

Menikmati Sunset di Jembatan Mangrove, Batukaras

By on December 31, 2016

Tulisan ini adalah lanjutan dari cerita gue dalam menghabiskan libur natal di pantai Batukaras. So… buat kalian yang belum membaca tulisan gue sebelumnya mengenai pantai Batukaras bisa dilihat disini. Ayo dibaca… jangan malas yah hahaha *maksa.

Menuju Jembatan Mangrove, Batukaras

Akan sia-sia jika kami tidak mengeksplor pantai Batukaras secara keseluruhan. Setelah acara makan siang di rumah makan Sederhana yang menunya terbilang enak, kami berencana untuk menuju jembatan mangrove selepas sholat Ashar dan setelah itu ingin melanjutkan jalan-jalan ke daerah yang agak ke-kota-kotaan untuk mengisi BBM. Selain itu Neng Ami juga nyeletuk ingin ngeliwet. Jadi rencananya setelah mengisi BBM lanjut untuk mencari pasar atau toko yang menjual sayur mayur gitu. Yah ini sih baru rencana gitu hihihiii…

FYI mengapa kita ke daerah agak ke-kota-kotaan untuk mengisi BBM? Karena di sekitar pantai Batukaras jarang banget di temukan SPBU-SPBU resmi yang ada hanya pom bensin mini yang dikelola perorangan dari Pertamini gitu, sehingga harganya relatif cukup mahal dibanding harga BBM di SPBU resminya. Jarak dari pantai Batukaras menuju lokasi yang agak ke-kota-kotaan lumayan tidak terlalu jauh kok gaes. Cukup ditempuh dengan waktu sekitar 25-30 menit saja.

Setelah makan dan membuat rencana akhirnya kami kembali lagi ke penginapan. Sebagian ada yang lanjut untuk tenggelam ke alam tidurnya. Sebagian lagi asyik untuk menonton TV. Sedangkan gue lanjut untuk mandi. Mengingat gue belum mandi sama sekali hahahaha… Takut yang cewe-cewe pada kabur kalau deket gue 😅😋.

Selepas sholat Ashar akhirnya kami mengeksekusi rencana untuk menuju jembatan mangrove. Lokasi jembatan mangrove ini terbilang cukup dekat dari pantai Batukaras. Mungkin seharusnya bisa ditempuh sekitar 15-20 menit jika menggunakan kendaraan pribadi. Hanya saja karena kami masih buta jalan untuk menuju lokasi jembatan mangrove-nya jadi sepanjang perjalanan kami lebih banyak untuk menebak-nebak jalan menuju jembatan mangrove ini.

Hutan mangrove ini terletak di arah barat dari penginapan kami. Jika dari pertigaan jalan dari gerbang masuk pantai Batukaras kalian harus mengambil jalan yang berbelok ke kiri menuju pantai Sanghyangkala. Telusuri saja jalan utamanya. Tapi harus sigap karena penanda jalan menuju jembatan mangrove ini letaknya agak kurang strategis dan terbilang jarang.

Jalanan menuju hutan bakau terbilang sempit dan belum diaspal secara keseluruhan. Hanya muat satu mobil saja. Di kanan kiri jalan kalian akan dimanjakan dengan pemandangan sawah, pohon kelapa, dan rumah-rumah warga yang jarak satu rumah ke rumah lainnya terbilang cukup jauh. Ah pokoknya beda banget seperti di kota yang jaraknya saling berdempetan. Gue aja sama dia masih belum bisa berdempetan hiksss.

perjalanan menuju mangrove bridge, batukaras

menuju jembatan mangrove batukaras

Adem bener ngelihat yang ijo-ijo gini

Sekitar 200 meter sebelum masuk area parkir jembatan mangrove kami ditawari oleh beberapa orang yang juga penduduk sekitar untuk menggunakan jasa perahu agar cepat sampai di jembatan mangrove-nya. Kami ditawari harga 150 ribu rupiah untuk tujuh orang. Hmmm…terbilang mahal sih kalau gue bilang. Dan dari informasi yang didapat dari orang-orang yang menawarkan jasa perahu ini jarak dari lokasi parkir menuju jembatan bakau berkisar 800 meter. Hmmm…lumayanlah untuk olahraga sore-sore.

Beberapa saat kemudian terlihatlah beberapa mobil yang sedang terparkir. Wah ternyata kami sudah masuk ke area parkir jembatan mangrove. Gue kapan bisa masuk ke hatinya yakh hihihiiii… Nah di area parkir ini juga ada abang-abang tukang ojek yang menawarkan jasanya. Jika kalian tidak ingin berjalan menuju jembatan mangrove, kalian bisa menggunakan alternatif ojek. Kalian akan dikenakan tarif Rp 10.000.

Akhirnya gue dan teman-teman sepakat untuk jalan kaki saja. Jarak 800 meter pasti ga akan terasa jika dibawa santai dan mengobrol selama perjalanan. Sambil menikmati pemandangan sekitar yang dominannya adalah tambak, sawah, dan pohon-pohon kelapa. Hmmm…mungkin kalau sama kamu bakal lebih asyik lagi eaaaa…

Tiba-tiba Neng Ami minta di fotoin di spot dekat sawah. Sebenarnya spot ini biasa-biasa saja. Hanya memang sedang golden time ditambah banyaknya rumput-rumput tinggi menjadikan spot ini jadi terlihat menarik. Lihat deh hasil foto-fotonya Neng Ami, udah kaya model banget kan? Model iklan benih padi gitu hahahaaaa…

pantai batukaras dan jembatan mangrove

harga tiket masuk jembatan mangrove batukaras

pemandangan disekitar wisata jembatan mangrove

Neng Ami sendiri aja? hahaha

Tidak berselang lama akhirnya kami pun sampai di pintu masuk jembatan mangrove. Untuk masuk kami dikenakan biaya Rp 5000 per orang. Walaupun kami banyakan, kami ga dapat diskon. Jadi buat kalian yang punya jiwa emak-emak gila diskon jangan harap untuk bisa dapat diskon yah wkwkwk.

Explore Jembatan Mangrove

Ekspresi gue saat masuk ke objek wisata ini terkesan biasa-biasa saja. Iya biasa, maklum karena gue juga udah sering menikmati jembatan mangrove di beberapa daerah yang juga objek wisata utamanya pantai termasuk daerah tempat tinggal gue. Saat sudah di jembatan mangrove-nya kami dihadapkan oleh persimpangan jalan. Awalnya pada ribut mau ambil yang ke kiri dulu atau yang kanan. Akhirnya diputuskan untuk menyusuri persimpangan yang ke arah kanan.

Selamat datang di mangrove bridge, batukaras

jalan masuk ke jembatan mangrove, batukaras

Langsung foto!!!

Sepanjang jalan kami hanya melihat pohon-pohon bakau dan beberapa anak-anak yang entah sedang mencari apa disekitar hutan mangrove ini. Oh iya buat yang belum tahu nih, salah satu fungsi hutan mangrove adalah sebagai pencegah abrasi dan erosi pantai. Sebenarnya banyak fungsinya tapi gue ga mau kasih tahu ah biar kalian penasaran wkwkwk…

Simpang jalan ke arah kanan ini memiliki panjang sekitar 400 meteran ( karena gue ga bawa meteran jadi ga bisa ngukur panjangnya wkwkwk). Untuk membuktikan kami pernah menapaki kaki di jembatan mangrove Batukaras, kami tidak lupa mengabadikan momen-momen bersama huhuhu. Emang kami-kami orangnya camera-holic banget hahahahaaaa…

momen di jembatan mangrove, batukaras

eksplore jembatan mangrove di batukaras

cerita di jembatan mangrove batukaras

Foto bersama di Jembatan Mangrove, Batukaras

Setelah puas menyusuri jalan dan memang sudah menemukan titik akhir, kami kembali lagi ke titik awal. Kali ini yang ditelusuri adalah persimpangan arah kiri dari arah masuk jembatan mangrove. Persimpangan kali ini panjangnya tidak sepanjang persimpangan yang ke arah kanan. Ujung dari persimpangan ini berupa lautan dengan air yang tenang. Disinilah tempat yang tepat untuk menunggu momen sunset bersama orang terkasih. Nah karena gue ga bawa orang terkasih lagian gue juga ga punya orang terkasih jadi deh gue abang-abang tukang foto yang tugasnya nge-fotoin 3 srikandi yang benar-benar menggila kalau gue udah pegang kamera hahahahaaaaa…

menikmati sunset di jembatan mangrove

pengalaman seru di jembatan mangrove batukaras

berfoto-foto di jembatan mangrove, batukaras

Nasib jadi tukang foto keliling 😂

Oh iya gue sempat ditawarin juga untuk naik perahu sekedar untuk mengelilingi perairan disekitar. Orang yang menawarkan tersebut mematok harga Rp 20.000 per orang. Tapi kalau banyakan tentu bisa kurang. Cuma karena gue dan teman-teman yang lain ingin menikmati momen sunset di jembatan yah sudah akhirnya kami menolak tawaran tersebut.

Benar-benar suasana yang gue idam-idamkan banget di jembatan mangrove Batukaras ini. Jujur gue ga kecewa dengan perjalanan dari area parkir menuju jembatan mangrove ini dengan suasana yang dikasih seperti foto-foto yang gue coba abadikan berikut ini.

menunggu sunset di jembatan mangrove, batukaras

sunset time at mangrove bridge, batukaras

pesona mangrove bridge, batukaras

Menunggu momen sunset di Mangrove Bridge, Batukaras

Saran gue untuk kalian yang mau ke jembatan mangrove Batukaras sebaiknya pastikan terlebih dahulu cuaca sedang cerah-cerahnya. Atau jika mendung segera keluarkan pawang hujan agar menangkal hujan untuk tidak segera turun hahahahaaaa… Oh iya jembatan mangrove ini juga pas banget kalau dijadikan latar untuk foto prewedding lho gaes. Mengabadikan momen bersama orang terkasih di lokasi ini juga pas banget… Hikss sayang gue masih nge-jomblo hahahaaaa….

akses jalan menuju jembatan mangrove, batukaras

Silhoutte

Setelah puas berfoto-foto ria dan menikmati sunset bersama, kami segera menuju guest house untuk sholat Maghrib, mandi, dan istirahat sejenak. Nah dikarenakan kami balik ke guest house sewaktu maghrib niat untuk ngeliwet di batalkan hahahahaaa… Mengingat sewaktu pada balik ke guest house langsung ada saja yang berteman dengan kasur, mandi dan aktivitas-aktivitas lainnya.

Akhirnya kami keluar sekitar pukul 20.30 untuk mencari makan. Sebenarnya mungkin bisa pukul 20.00 untuk keluar hanya saja ada si eneng yang mandinya lamaaaaa buaaanggeeettt sampai gue dan Kang Ricky sudah setengah sadar nunggunya di sofa. Nah si enengnya ga sadar kalau ditungguin lagi hahahahaaaa…. Coba tebak siapakah si eneng yang gue maksud. Kalau bener gue traktir es krim nih *kalau ingat hihihiiii…

Karena ga jadi ngeliwet kami akhirnya mencari makan di sekitar jalan yang agak ke-kota-kota-an yang dilewati setelah mengisi BBM. Akhirnya sepakat untuk makan bakso dan mie ayam. Untuk harga bakso satu mangkok sebesar Rp 12.000 dan mie ayam Rp 16.000. Ini termasuk murah menurut gue. Karena lokasinya masih terbilang cukup dekat dengan objek wisata pantai Batukaras. Mungkin kurang lebih sekitar 25 menit-an untuk menuju tempat makan dengan menu bakso urat dan mie ayam ini.

Setelah perut terisi akhirnya kami kembali ke guest house untuk segera beristirahat. Selama dalam perjalanan balik, kami semua menggila di mobil dan merencanakan untuk kegiatan esok hari. Akhirnya diambil keputusan untuk body rafting ke Green Canyon.

Bagaimana serunya hari terakhir kami di Batukaras dengan menikmati indahnya Green Canyon dengan aktivitas body rafting? Ikuti episode terakhir liburan gue bersama teman-teman di Batukaras selanjutnya. Kata-katanya udah seperti promosiin sinetron episode terakhir belum? Hahahahaaaa… Sampai disini dulu gaes cerita hari pertama gue mengeksplor pantai Batukaras. Jadi di hari pertama gue dan teman-teman hanya mengeksplor pantai Batukaras dan jembatan mangrove sebagai objek wisatanya. Selain objek wisata yaaa… kami hanya pergi ke daerah yang agak ke-kota-kota-an untuk mengisi BBM dan mengisi perut agar cacing-cacing tidak berisik. Sampai ketemu di keseruan Green Canyon…See you gaes!!!

TAG
RELATED POSTS
6 Comments
  1. Reply

    Nyonya Badak

    January 3, 2017

    Kalian ga maen kano? Waktu itu aku kano sekitar sejam 50rb

    • Reply

      jeje

      January 4, 2017

      Kami ga lihat kano kak… mungkin lagi shooting buat film Si Doel Anak Sekolahan (Rano Kano) 😀

    • Reply

      Ami

      January 4, 2017

      Cuuuung!!!!! ☝
      *si neng yang ditunggu ngaku *yesss dapet es krim 😋

      • Reply

        jeje

        January 5, 2017

        Yah teliti juga baca tulisannya. OK siap, tinggal tunjuk es krimnya nanti kalau bisa yang dibawah Rp 2000 yah hahahaha

  2. Reply

    Ami

    January 4, 2017

    Fotonya JUARA! 👍

    • Reply

      jeje

      January 5, 2017

      Tanpa model yang mendukung, ga bisa dapet foto-foto juara kaya gitu… dan Ami sepertinya bisa lanjut jadi model :-p

LEAVE A COMMENT