Stories

Sensasi Mistis Berkunjung ke Wisata Gunung Selok

By on January 6, 2017

Jum’at (30/12) lalu, selepas sholat Jum’at gue berencana untuk jalan-jalan. Maklum kaki udah gatel banget pengen kesana kemari hahahaaa… Padahal gue baru beberapa hari traveling bersama teman-teman untuk mengeksplore keindahan Batukaras. Yang ingin tahu keseruan apa yang terjadi saat gue mengeksplore Batukaras bisa dicek pada link berikut (Batukaras dan Pesona Pantainya).

Memang karena gue orang yang ga bisa diam alias ga betah banget kalau dirumah jadilah gue mengajak adik gue satu-satunya untuk menemani gue ke wisata Gunung Selok di daerah Adipala karena emang gue lagi pulkam ke Cilacap waktu itu. Pengennya sih bawa pasangan, tapi gue sadar diri pasangan gue juga belum ada hahahahaaaaa. Sebelumnya gue udah cari-cari informasi mengenai wisata Gunung Selok ini. Jujur saja walaupun gue tinggal di Cilacap tapi gue belum tahu lokasi Gunung Selok yang berada di Desa Karangbenda, Adipala ini hahahahaaa…*kudet banget gue yah.

Nah bagaimana cerita seru gue berpetualang di wisata Gunung Selok? Yuk disimak gaes… Seperti biasa jangan lupa dihadirkan cemilan + kopi / susu / teh untuk teman setia membaca. Tulisan ini juga sangat direkomendasikan untuk dibaca bersama pasangan kalian. Kalau belum punya pasangan yang cewe boleh merapat ke gue wkwkwk 😘😘.

Menuju Wisata Gunung Selok

Selesai sholat Jum’at (30/12) sekitar pukul 12.35 gue bergegas untuk merapikan barang-barang yang akan gue bawa ke wisata Gunung Selok. Utamanya memang kamera heuheuheu… Setelah itu lanjut memasang action cam di stang motor yang tentunya berfungsi untuk merekam perjalanan menuju wisata Selok di Adipala.

Cuaca di Jum’at siang waktu itu cukup mendung bahkan turun gerimis yang membuat suasana jadi syahdu. Iya syahdu karena teringat kamu…eaaaa ☺😘. Sempat diskusi sama adik, apakah tetap jadi atau ditunda besok pagi saja karena cuaca yang bikin galau gini, takutnya sewaktu di perjalanan hujan deras sehingga kurang bisa menikmati keindahan wisata Selok. Tapi akhirnya kita memutuskan untuk tetap berangkat karena berkeyakinan tuh gerimis cuma numpang lewat saja hahahahaaaa….

Gue dan adik berangkat dari Cilacap kota gaes. Dari Cilacap untuk menuju wisata Selok memakan waktu sekitar 30 menitan. Untuk akses jalan cukup ikuti saja jalan utama menuju Jogja. Nanti setelah pertigaan lampu BANGJO SPBU Cantelan ambil jalan yang berbelok ke kanan menuju Adipala. Kondisi jalan dari Cilacap sampai masuk ke pertigaan lampu BANGJO ini terbilang mulus. Selepas melewati jembatan sungai serayu jalan mulai banyak yang berlubang *seperti hati gue😭 sehingga harus mengurangi kecepatan motor secara drastis.

Setelah melewati terminal Adipala jalan sudah mulai mulus kembali sehingga bisa menggeber motor dengan kecepatan normal. Dari terminal Adipala ini cukup ikuti saja jalan Srandil jangan berbelok ke mana-mana apalagi berbelok ke lain hati hahahaha. Kurang lebih dari terminal Adipala ke wisata Selok berjarak sekitar 6 km.

Nah ciri-ciri jika sudah dekat dengan wisata Gunung Selok ini bisa dilihat dari pemandangan sekitar. Jika sudah memasuki jalan yang kanan kirinya terbentang sawah-sawah yang luas dan beberapa pohon-pohon jalan yang ditanam begitu rapi (gue ga tahu nama pohonnya) itu tandanya kalian sudah dekat dengan wisata Gunung Selok. Cepat kurangi laju kendaraan kalian karena nantinya kalian harus berbelok ke kanan untuk masuk ke wisata Gunung Seloknya.

sensasi mistis wisata di gunung selok

Pertigaan menuju wisata Gunung Selok

Setelah masuk ke jalan Desa Karangbenda kami dihadapkan dengan persimpangan jalan. Untuk menuju wisata Gunung Selok kami mengambil jalan yang berbelok ke kanan, sedangkan jalan yang berbelok ke kiri adalah jalan untuk menuju pantai Sodong.

explore wisata gunung selok

Pintu gerbang menuju wisata gunung Selok

Dari simpang jalan sudah tampak gerbang masuk menuju Gunung Selok dan benar saja ada petugas yang memberhentikan kami untuk membayar tiket masuk menuju Selok. Per orang dikenakan biaya Rp 4000. Tujuan utama kami yang pertama adalah menuju selfie deck di hutan Gunung Selok. Karena memang selfie deck inilah yang paling diminati oleh pengunjung. Dari selfie deck ini kita bisa berfoto-foto ria dengan latar belakang sawah dan pantai Sodong huhuhuhu….

harga tiket masuk wisata gunung selok

Bayar tiket masuk dulu cooyy!!!!

Dari pintu gerbang masuk menuju area parkir selfie deck berjarak sekitar 1 km lebih. Jalanan sudah teraspal dengan bagus. Tapi sekitar 500 meter sebelum area parkir selfie deck jalan sudah mulai rusak. Sehingga harus berhati-hati mengingat kondisi jalan yang licin karena habis diguyur hujan.

Menuju Selfie Deck Selok

Untuk masuk menuju lokasi selfie deck, kami ditagih untuk membayar lagi dengan biaya Rp 2500 per orang. Gue pikir tiket masuk yang gue bayar pertama tadi sudah untuk akses masuk ke selfie deck-nya huft…ternyata dipalak lagi. Sewaktu gue bertanya ke bapak-bapak di pos yang mengurusi tiket masuk ke selfie deck katanya tiket masuk yang Rp 4000 itu hanya untuk akses masuk ke lokasi wisata Gunung Seloknya, sedangkan jika ingin mengambil foto di selfie deck sudah beda tiket. Whaattt??? Rada geram juga sih kenapa ga di pintu gerbangnya aja sekalian ditagih bayarannya. Hufffttt…

Dari area parkir menuju lokasi selfie deck berjarak sekitar 300 meteran lebih. Kondisi jalan benar-benar tanah lempung. Karena habis diguyur hujan jadi kondisi jalan benar-benar becek. Gue dan adik salah memakai alas kaki yang berupa sandal. Gue sangat menyarankan untuk kalian yang ingin ke selfie deck Selok ini menggunakan sandal gunung atau sepatu yang alasnya tidak licin. Sumpah perjuangan banget gue menuju selfie deck menggunakan sandal karena banyak tanah yang nempel di sandal hahahaha… Mending kalau yang nempel cewe di hati gue, pasti bakal seneng banget deh wkwkwk… Sepanjang jalan menuju selfie deck kita di suguhi dengan plang-plang menggunakan kata-kata unik seperti ini.

plang dengan kata-kata unik menuju selfie deck wisata selok

rute jalan menuju gunung selok adipala

lokasi selfie deck di wisata gunung selok adipala

pesona wisata gunung selok adipala

akses jalan menuju gunung selok adipala

Plang dengan kata-kata unik menuju selfie deck wisata Selok, Adipala

Tiba di lokasi selfie deck Selok gue beristirahat sejenak sambil menunggu orang-orang yang di selfie deck selesai berfoto-foto ria. Maklum sewaktu gue kesini lagi lumayan ramai pengunjung sehingga banyak yang berselfie-selfie ria di selfie deck. Setelah cukup sepi akhirnya tibalah giliran gue dan adik untuk mengambil gambar di atas selfie deck ini. Dan inilah foto-foto gue yang diambil oleh adek gue heuheu…

berfoto di atas selfie deck wisata selok

wisata gunung selok yang mulai populer di jawa tengah

Berfoto-foto diatas selfie deck

Dari selfie deck ini kita bisa melihat pemandangan pantai sodong dan hamparan sawah yang waktu gue ke lokasi sih sawahnya lagi hijau banget gitu. Jadi adem banget pas dilihat. Cuma sayang karena cuaca masih mendung jadi langit biru yang gue dambakan sebagai pemanis background foto ga muncul. Padahal gue berharap sampai lokasi bisa terang benderang gitu. Tapi tetap bersyukur juga karena ga hujan sewaktu tiba di lokasi heuheu…

pemandangan dari selfie deck wisata selok

 

berburu foto di selfie deck wisata selok adipala

Pemandangan dari atas selfie deck wisata Selok, Adipala

Menuju Jambe Pitu dan Jambe Lima

Setelah puas berfoto-foto ria di selfie deck, gue dan adek sempat berunding sehabis dari selfie deck langsung balik atau mau mengeksplore Gunung Selok. Akhirnya diputuskan untuk mengeksplore wisata Gunung Selok karena menurut gue sayang udah sampai di sini ga dimanfaatin untuk mengeksplore-nya 😏😜.

Tiba di area parkir gue tanya ke abang tukang parkirnya kalau lurus ke atas ada apa saja. Kata abang tukang parkirnya diatas ada Vihara dan padepokan gitu, tapi kita juga bisa menikmati pemandangan garis pantai Selatan dari atas. Akhirnya gue bersama adek melanjutkan perjalanan menuju ke atas karena rasa penasaran heuheu.

Sepanjang perjalanan keatas hawa-hawa mistis terasa banget. Ga tahu deh adek gue. Tapi perasaan gue benar-benar merasakan sesuatu yang ga enak. Terasa aneh gitu. Ah sulit gue jelaskan dengan kata-kata deh. Di simpang tiga jalan ada plang yang mengarah untuk ke makam Kiai Mahfud Abdurachman. Dari informasi yang gue dapat makam Kiai Mahfud Abdurachman ini digunakan untuk ngalap berkah penganut Islam Kejawen.

Sewaktu menuju ke atas ini jalanan sepi banget. Jadi hawa-hawa mistis benar-benar terasa. Buat yang ingin ke wisata Gunung Selok sangat gue sarankan untuk membawa teman jangan sendirian yah.

Kondisi jalan sudah rusak. Dominan batu-batu krikil yang menghiasi sepanjang jalan sehingga jalan terasa licin. Jadi benar-benar harus berkonsentrasi

Tidak beberapa lama akhirnya gue dan adek menemukan plang menuju Jambe Pitu dan Jambe Lima. Akhirnya kita memutuskan untuk mengunjungi Jambe Pitu terlebih dahulu. Dari info yang gue dapat di Jambe Pitu ini terdapat tiga petilasan yang dianggap keramat, yang sering dikunjungi ribuan peziarah. Petilasan menjadi keramat karena ada pusaka seperti Petilasan Sang Hyang Wisnu Murti dengan dua pusakanya yaitu Kembang Wijayakusuma atau Eyang Lengkung Kusuma serta Cakra Baskara atau Eyang Lengkung Cuwiri.

Dan benar saja ketika gue sampai di halaman parkir Jambe Pitu ngga ada siapa-siapa dan hawa mistis semakin terasa disini. Gue benar-benar ga berani untuk mengambil gambar di sini. Ada banyak plang yang bertuliskan menggunakan bahasa Jawa yang intinya selepas jam 17.00 diharapkan sudah tidak berkunjung ke area Jambe Pitu. Seerrrrr….tiba-tiba aliran darah gue semakin cepat beuuuhhh horror gini. Lebih horror daripada di php-in cewe 😏.

Dari area parkir terdapat beberapa akses jalan. Ada plang yang tertulis “menuju goa” dan ada lagi beberapa plang yang ditulis dengan aksara Jawa. Akhirnya gue memilih jalan yang menuju ke arah goa. Hmmm… bulu kuduk gue semakin berjoged-joged ria ketika menyusuri jalan menuju goa. Akhirnya gue ga sampai ke goa karena memang hawa-hawanya sudah tidak mengenakkan. Satu-satunya foto yang gue ambil dari jalan menuju goa hanya foto ini. Foto garis pantai selatan dari atas.

Wisata mistis di gunung selok

Foto dari sekitar Jambe Pitu

Setelah itu gue dan adik kembali lagi ke pertigaan jalan Jambe Pitu dan Jambe Lima. Karena merasa sudah sampai sini tanggung dong tentunya kalau ga ke Jambe Lima. Akhirnya kita menuju Jambe Lima. Kondisi jalan Jambe Lima ini sudah bagus karena jalanan sudah semuanya dicor. Panjang jalan Jambe Lima ini kurang lebih 500 meter. Di Jambe Lima ini terdapat Vihara. Setibanya di Vihara kita ga berani masuk karena memang sepi juga. Ah yang penting kan udah mengeksplore dan udah tahu hihihi lagipula tujuan gue kesini cuma pengen numpang kekinian di selfie deck wkwkwk. Di Jambe Lima juga gue ga mengambil foto satupun hohohooo…

Tentang Gunung Selok

Hutan Gunung Selok terletak di Desa Karangbenda Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Hutan ini berada pada ketinggian 300 meter di atas pemukaan laut (dpl), sekitar 20 km sebelah tenggara Kota Cilacap.

Di sana ada Gunung Selok yang kental dengan kharisma mistiknya. Gunung kecil yang berhadapan langsung dengan Pantai Selatan Jawa, kini menjadi wisata spiritual yang dikelola Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur.

Dari atas Gunung Selok, juga dapat melihat keindahan Samudera Hindia yang membentang di sebelah selatan. Kawasan itu sudah puluhan tahun menjadi pusat spiritual kejawen sekaligus beberapa kepercayaan. Tidak hanya itu saja, di sana juga ada petilasan seorang Syeh untuk penganut Islam Kejawen, agama Hindu, dan Budha. Meski beragam kepercayaan dan idiologi, para jemaatnya bisa hidup berdampingan secara damai.

Begitu memasuki pintu gerbang arah Gunung Selok, dijumpai sebuah bangunan Pura “Mandala Giri” untuk tempat persembahyangan penganut Hindu. Kemudian menyusur jalan beraspal menembus hutan, dengan kemiringan yang cukup tajam. Sampai pada tanah datar terdapat lima pohon pinang (jambe). Di sebelahnya pohon jambe ada bangunan, dikenal sebagai Pedepokan Jambe Lima atau Cemara Seta.

Dalam bangunan padepokan, ada dua makam, yang sangat dirawat, lengkap dengan kelambu, karpet merah untuk duduk orang-orang yang akan ngalap berkah. Di belakang makam terdapat lukisan cukup lebar, gambar, seorang wanita cantik mengenakan kemben pakaian adat Jawa berselendang dengan rambut terurai. Wanita tersebut konon adalah Nyi Roro Kidul sedang berdiri di atas Laut Jawa. Dupa yang masih mengepul makin menguatkan nuansa mistis dan angker.

Pengunjung yang datang bukan hanya masyarakat Cilacap, tapi juga dari sejumlah wilayah di Jateng, Kebumen, Semarang hingga warga Tasikmalaya, dan Ciamis Jawa Barat.

Di depan petilasan Jambe Lima terdapat bangunan komplek persembahyangan atau Vihara untuk penganut Budha. Dikenal sebagai Vihara Agung Shang Yang Jati, yang dipimpin seorang biksu Banthe Dharma Teja asal Cilacap.

Pedepokan Agung tersebut berupa komplek bangunan yang didirikan di atas ketinggian 200 mdpl. Ada lima bangunan untuk persembahyangan, sebagai simbol rumah dewa. Seperti rumah Dewa Brahma Ci Men Fu lengkap dengan patungnya. Dewa Bumi, Dewi Kwan Im dan Dewa Kwan Kong.

Pada Jumat atau Selasa Kliwon pejiarah dari berbagai kota datang ke Vihara, termasuk para Biksu. Bahkan Biksu dari Thailand pernah mengenjungi Bante. Pada Jumat Kliwon yang datang hingga 20 – 100 orang untuk bersembahyang di sini (Vihara).

Di komplek tersebut ada tempat ziarah makam Kiai Mahfud Abdurachman (Kiai Somalangu). Untuk ngalap berkah penganut Islam Kejawen. Gunung Selok juga ada padepokan yang sangat terkenal, yakni padepokan Jambe Pitu atau pertapaan Ampel Gading, berada di atas petilasan Jambe Lima, menempati puncak paling tinggi di Gunung Selok.

Meski disebut jambe pitu namun di sana tidak ada pinang berjumlah pitu (tujuh). Tempat tersebut salah satu tempat yang digunakan melestarikan aliran kejawen.

Menurut cucu juru kunci padepokan, Mbah Tomo Wiharjo di komplek Jambe Pitu ada tiga petilasan yang dianggap keramat, yang dikunjungi ribuan peziarah. Petilasan menjadi keramat karena terdapat pusaka seperti Petilasan Sang Hyang Wisnu Murti dengan dua pusakanya yaitu Kembang Wijayakusuma atau Eyang Lengkung Kusuma serta Cakra Baskara atau Eyang Lengkung Cuwiri.

Info di dapat dari (http://www.metrijayaflorist.com/)

Tips Berwisata ke Gunung Selok

– Pastikan kondisi kendaraan benar-benar baik dikarenakan jalan di area wisata gunung Selok cukup menanjak dengan kondisi beberapa jalan sudah diaspal dan sebagian lagi masih jalanan rusak dengan dominan krikil sehingga membuat jalan menjadi licin. Jalan di wisata gunung Selok sudah bisa dilewati mobil. Cukup untuk dua mobil saling berpapasan.

– Gunakan alas kaki berupa sandal gunung atau sepatu. Usahakan menggunakan alas kaki yang tidak licin karena untuk menuju selfie deck akan dihadapkan dengan kondisi jalan dominan tanah lempung. Jika sehabis terguyur hujan tanah lempung akan terasa sangat licin. Perlu ekstra hati-hati untuk melewatinya.

– Usahakan untuk membawa teman jika ingin menuju lokasi wisata gunung Selok. Kenapa? Alasannya yah seperti yang sudah gue ceritakan diatas.

– Usahakan untuk tidak mengeluarkan kata-kata kotor seperti hewan-hewan di kebun binatang di area wisata gunung Selok dan jangan berbuat asusila disini kalau ga mau kesambet penghuni asli gunung Selok. 

Setelah selesai mengeksplor wisata Gunung Selok, kita melanjutkan untuk mengunjungi pantai Sodong. Simak ceritanya disini gaes!!!

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT