Stories

Curug Gede, Tempat Pas Untuk Menyepi Menikmati Alam

By on January 9, 2017

Yooo…yooo…yooo!!! Hallooowww semua, gue balik lagi nih untuk berbagi cerita-cerita seru yang di dapatkan selama libur tahun baru 2017. Kali ini gue akan mengajak kalian semua berkunjung ke Purwokerto untuk menikmati wisata alam berupa curug. Kalau ga tau curug yah sebut saja air terjun. Mereka sama kok tapi mungkin beda orangtua saja hahahaaaa…

Sebenarnya jalan-jalan kali ini karena ajakan adek gue yang di php-in sama cewenya hahahaaa 😆. Jadi deh adek ngajakan gue buat menghilangkan ke-bete-annya untuk jalan-jalan ke Purwokerto tepatnya ke curug Gede. Bagaimana serunya gue dan adek menjelajah kota Satria tersebut? Yuk mari disimak aja gaes ceritanya. Eitsss tapi sebelum lanjut membaca, seperti biasa jangan lupa teman setianya diajak yah biar makin menikmati lagi cerita gue kali ini heuheuuu…

Menuju Curug Gede

Karena traveling kali ini dadakan dan di sponsori oleh adek gue yang di php-in cewenya, jadilah gue dan adek berangkat dari rumah (Cilacap) sekitar pukul 09.00, Senin (02/01). Pukul 09.00 di Cilacap udah lumayan panas. Tapi lebih panas kalau ngelihat kamu jalan sama dia hiksss… Tapi panas bukan halangan buat seorang Jeje untuk traveling. Hahaha…tapi ujung-ujungnya gue juga protes kalau kulit gue jadi hitam wkwkwk..*kadang gue gitu sih orangnya, aneeehhhh 😋😝.

Kami memutuskan untuk berangkat menggunakan sepeda motor agar kelihatan lebih cowo banget gitu. Kali aja ada cewe yang ngelirik ke gue, maklum gue tampak lebih macho sih kalau naik motor gitu dibanding naik odong-odong hahahaaa 😂😂.

Normalnya perjalanan ke Purwokerto bisa ditempuh selama 1 jam kurang dari Cilacap. Tapi perjalanan ke Purwokerto kali ini lumayan memakan waktu dikarenakan sepanjang perjalanan banyak menemukan halangan seperti perbaikan jalan dan ada kemacetan di pertigaan jalan yang menuju Sokaraja. Sumpah baru kali ini gue mengalami kemacetan menuju Purwokerto. Biasanya ngga macet parah gitu sih yang parah macetnya tuh ke hati kamu eeeaaaaa…

Tiba di Purwokerto sekitar pukul 10.20 dan langsung mengambil jalan menuju Baturraden karena objek wisata Curug Gede ini berada di Desa Wisata Ketenger yang lokasinya terletak di Baturraden. Dari pusat kota Purwokerto ke Baturaden memakan waktu sekitar 25 menit.

FYI buat yang belum tahu dan belum pernah ke Baturaden. Baturaden adalah lokawisata yang terletak di kaki Gunung Slamet. Karena lokasinya yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet banyak sekali curug / air terjun yang bisa ditemukan. Beberapa ada yang sudah tereksplore dan ada banyak yang masih belum tereksplore. Salah satunya adalah Curug Gede yang menjadi tokoh utama dalam cerita kali ini hehehe…

Untuk menuju curug Gede cukup ikuti saja jalan utama menuju Baturaden. Setelah balai desa (gue lupa nama balai desa apa) ada simpang jalan. Pilih jalan ke kiri yang menurun menuju Desa Ketenger. Di jalan masuk menuju Desa Ketenger ini ada gapura yang bertuliskan Desa Ketenger, jadi ga perlu takut nyasar. Tapi kalau nyasar ke hati kamu boleh lah…heuheeeuuu…

Setelah masuk jalan Desa Ketenger kita bisa mengikuti petunjuk berupa plang yang ada di sekitar jalan. Lokasi Curug Gede ini satu jalur dengan jalan menuju Curug Bayan. Setelah kita menemukan jembatan dan dibawahnya terdapat DAM akhirnya kita berhenti sejenak. Kata adek gue itu yang disebelah kanan adalah Curug Bayan, tapi lokasi curug Gedenya ga tahu dimana. Ah ini mah judulnya tebak-tebak buah manggis hahahaaa

objek wisata curug gede, desa ketenger

DAM Jepang, source: asatryo.blogspot.co.id

Ga jauh dari jembatan tersebut ada area parkir yang ga terlalu besar-besar banget. Mamang tukang parkirnya udah ngawe-ngawe tangan gitu. Seolah-olah menari untuk menarik perhatian kita agar segera memarkirkan kendaraan yang kita bawa. Akhirnya kita mendekat ke mamang tukang parkir ini dan bertanya detail lokasi curug Gede.

Kata mamang tukang parkirnya kalau ingin ke curug Gede harus memarkirkan motor disini (lokasi parkir curug Bayan). Dikarenakan akses jalan menuju curug Gede hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki saja. Malah gue dan adek gue disarankan untuk berkunjung ke curug Bayan saja dikarenakan untuk menuju curug Gede akses jalannya benar-benar belum mendapat perhatian dan belum seramai seperti curug Bayan.

menuju curug gede, baturaden

Curug Bayan, source: wisatajateng.com

Tapi emang dasarnya gue dan adek suka tantangan makanya nasihat dari mamang tukang parkir kita abaikan. Kita ga gentar untuk menuju curug Gede hahahaaa… Dari parkiran menuju curug Gede memakan waktu sekitar 20 menit dengan berjalan kaki menuju bawah dengan dominan jalan berupa tanah-tanah lempung yang sangat licin karena terkena air hujan.

Akses jalan menuju curug Gede ini benar-benar sulit untuk dilalui. Butuh perjuangan yang ekstra dan kehati-hatian tentunya. Kanan kiri jalan masih berupa hutan yang masih asri sehingga kita harus berhati-hati karena takut ada hewan-hewan liar yang bisa muncul kapan saja.

Sepanjang menyusuri jalan menuju curug Gede, kita menemukan curug lain seperti curug Kembar dan beberapa curug yang gue ga tahu namanya. Jadi di Desa Ketenger ini kita bisa menemukan banyak curug dalam sekali perjalanan tinggal pilih mau pergi ke curug yang mana.

Gue sangat menyarankan untuk kalian yang ingin menuju curug Gede menggunakan sepatu adventure (sepatu gunung) atau sandal gunung. Kali ini gue dan adek lagi-lagi salah memilih alas kaki. Kita menggunakan sandal jalan yang alasnya terasa licin ketika berpijak di tanah lempung. Sebenarnya sepanjang perjalanan menuju Curug Gede ini ada beberapa jalan yang sudah terdapat undak-undakan (tangga) yang dibuat mengunakan batu. Tapi sudah banyak yang rusak dikarenakan longsor.

akses jalan menuju curug gede

Curug Gede, Desa Ketenger, Baturaden

Wah perjuangan menaklukan jalan bertanah lempung yang licin terbayar setelah sampai ke curug Gede. “Waaaaawwww!!!!!” itulah kata pertama yang keluar dari mulut gue karena melihat keindahan curug Gede ini. Benar-benar sepi. Mirip seperti di kuburan. Hanya ada gue dan adek gue. Benar-benar terasa curugnya seperti milik gue hahahahaaaa…

wisata alam curug gede di purwokerto

Akhirnya sampai juga

Tanpa basa-basi lagi gue dan adek langsung mengganti celana untuk merasakan segarnya air dari curug Gede ini dan tentu tak lupa untuk berfoto-foto ria sebagai bukti kalau kita sudah pernah menginjakkan kaki di curug Gede heuheeuuu…

curug gede, lokasi tepat untuk menikmati alam

peta lokasi curug gede di baturaden

curug gede lokasi yang nyaman untuk menyepi menikmati alam

Indahnya Curug Gede di Desa Ketenger, Baturaden, Purwokerto

Sekitar pukul 13.20 kita menyudahi menikmati kesegaran air di curug Gede ini. Sampai kita ingin balik tidak ada pengunjung yang benar-benar datang kesini. Jadi hanya ada gue dan adek gue yang menikmati keindahan pesona curug Gede. Benar-benar belum tereskplore. Jadi sangat pas untuk tempat menyepi menenangkan pikiran.

akses jalan dari purwokerto menuju curug gede, baturaden

Bersiaaappp pulang

Sebenarnya gue dan adek ada niatan untuk mengeksplore curug-curug yang ada disekitar curug Gede. Tapi karena kita udah kedinginan jadi kita menyudahi petualangan kita hari itu. Mungkin di lain kesempatan kali yah biar semua curug disekitar curug Gede bisa kita eksplore huhuhuuu… BTW ini lokasi curug Gede melalui Google Maps.

Tips Wisata Gunung Gede

Tips ini dari pengalaman pribadi gue, jadi silahkan disimak baik-baik

– Jalan alternatif  menuju curug Gede bisa melewati jalan menuju wisata Small World. Dari pertigaan patung batu yang menuju Baturaden kalian bisa memilih jalan yang lurus menuju desa Kebumen. Jalur alternatif ini lebih cepat dibanding melalui jalur utama jalan Baturraden. Tapi jika hari libur lebih baik menghindari jalur alternatif ini terutama kalian yang membawa kendaraan roda empat. Pengalaman gue, sewaktu pulang dari Curug Gede melewati jalan ini benar-benar ramai. Keramaian tersebut terjadi karena banyaknya pengunjung yang berwisata ke Small World. Sehingga bahu jalan banyak digunakan untuk lahan parkir.

– Akses jalan baik jalan alternatif atau jalan utama sudah sangat baik. Bisa dilalui menggunakan mobil. Namun tetap harus berhati-hati karena dominan jalan menuju lokasi berupa tanjakan.

– Jika tidak menemukan plang menuju curug Gede, kalian bisa mengikuti plang / tanda menuju curug Bayan. Ini dikarenakan curug Gede masih belum populer dan belum mendapat perhatian lebih dibanding curug Bayan.

– Untuk yang membawa kendaraan bisa diparkirkan di area parkir curug Bayan. Lahan parkirnya tidak terlalu besar tapi cukup untuk roda empat dan roda dua.

– Sangat disarankan untuk menggunakan alas kaki berupa sepatu adventure (sepatu gunung) atau sandal gunung. Jika tidak punya pilihlah alas kaki yang alasnya tidak licin.

– Sangat disarankan untuk membawa teman untuk mengunjungi curug Gede karena benar-benar sepi pengunjung. Jadi terasa hawa-hawa horror kalau kalian kesini sendiri.

– Bawa bekal minimal minum untuk menuju ke lokasi curug Gede karena medan jalan yang masih buruk sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk menaklukannya.

– Selalu waspada selama perjalanan menuju curug Gede karena lokasinya masih sulit dijangkau dan harus memasuki area hutan yang masih asri. Sehingga ditakutkan masih banyak hewan-hewan liar yang kapan saja bisa muncul.

– Berhati-hati ketika bermain air di curug Gede karena curug ini masih jarang pengunjung banyak sekali batu-batu yang ketika dipijak bisa membuat terpeleset.

– Jaga ucapan dan perilaku selama mengunjungi curug Gede.

– Tetap jaga kebersihan selama mengunjungi curug Gede. 

Gue cukupkan dulu cerita kali ini, nah emang udah selesai hahahahaaaa… Sampai bertemu lagi di cerita-cerita seru gue lainnya. Tetap pantengin blog gue ini yah. See you gaes!!!!

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT