Stories

Pantai Patemon, Tempat Asyik Menikmati Samudra Hindia

By on January 12, 2017

Halloohaaa pembaca setia blog gue dan yang sedang merindukan gue huhuhuuu *narsis dikit boleh lah. Bertemu lagi bersama gue yang makin hari makin melar pipinya karena ga bisa diajak nge-gym hahahaaa… Yoosshhh kesempatan kali ini gue mau berbagi cerita menarik dan seru kepada kalian semua. Cerita tentang traveling gue menikmati indahnya Samudra Hindia yang sangat…sangat…sangat luas dan membuat gue berdecak kagum.

Bagaimana? Sudah penasaran belum dengan kata-kata pembukanya? Semoga saja langsung penasaran yaaaa…hahahaaaa…. Kalaupun belum penasaran…pleeeaassseeee penasaran dong gaes…cape nih merangkai kata-katanya wkwkwk *maksa sambil bawa golok. Yowweezzz tanpa basa-basi meneh…langsung wae rek disimak cerita gue kali ini menikmati keindahan Samudra Hindia di Pantai Patemon, Kebumen. Seperti biasa jangan lupa sediakan cemilan + secangkir kopi / teh dan teman setia untuk menemani huhuhuuuu…

Menuju Pantai Patemon

Oh iya di hari sebelumnya gue emang sengaja mengajak adek gue untuk ke Kebumen menikmati Pantai Menganti. Kenapa tujuan awal adalah Pantai Menganti? Ini karena gue melihat di beberapa akun Instagram teman, pantai ini mempunyai pemandangan yang begitu indah jadi bisa dibilang pantainya instragam-able banget lah heheheee… Tapi akhirnya adek gue ngasih saran, lebih baik ke Pantai Patemon saja karena pantainya masih belum ramai pengunjung. Untuk lokasinya yah nanti kita manfaatkan GPS di gadget saja. Hahahaa… adek gue optimis banget waktu mengatakan hal demikian ke gue. Waduh bakal tebak-tebak buah manggis lagi nih seperti cerita gue dan adek menuju Curug Gede yang ceritanya bisa kalian baca disini.

Setelah gue sepakat dengan adek untuk ke Pantai Patemon, Sabtu (07/02) pukul 07.15 gue dan adek sudah berangkat dari rumah (Cilacap) menuju Kebumen menggunakan sepeda motor. Sepanjang perjalanan kita tidak banyak menemui banyak hambatan. Jalanan benar-benar masih lengang banget sehingga gue bisa memacu motor dengan kecepatan rata-rata 70 km/h.

Perjalanan ke Kebumen kali ini, kita mengambil jalur alternatif yaitu jalur selatan yang biasa dipakai oleh para pemudik sewaktu lebaran tiba jika di jalur utama macet parah. Jadi dari pertigaan jalan BANGJO setelah SPBU Cantelan kita berbelok menuju Adipala. Ikuti saja jalan utama Adipala ini jangan belok kesana-kemari apalagi belok ke lain hati bisa gawat kalau ketauan hahahaaaa…

Kondisi jalan dari Adipala menuju Kebumen sudah cukup baik. Walaupun masih kita temukan jalan yang berlubang dan tambalan tapi tidak menghambat laju kendaraan kita. Dulu kalau gue mudik lebaran lewat jalan alternatif ini jalannya masih terbilang jelek. Tapi sekarang untungnya sudah ada perbaikan yang sangat signifikan gaes.

Karena jalan alternatif ini hanya jalan lurus tanpa berbelok-belok, gue benar-benar dituntut untuk berkonsentrasi. Sepanjang jalan gue banyak menemukan perempatan kecil (seperti gang) yang kalau ada orang nyebrang langsung nyelonong aja tanpa lihat kanan kiri. Mana banyak hewan-hewan seperti ayam dan kucing yang juga ikutan nyebrang lagi. Jadi sepanjang perjalanan menuju Kebumen ini gue sering banget membunyikan klakson walaupun ga ada yang minta “om telolet om” hahahaaa…

Sepanjang perjalanan melalui jalan alternatif ini juga, kita ga menemukan SPBU yang besar. Kebanyakan BBM eceran di warung-warung kecil ataupun SPBU mini yang dipersembahkan oleh Pertamini. Satu-satunya SPBU besar yang kita temukan selama perjalanan adalah SPBU sebelum perempatan pasar (gue ga tahu nama pasarnya apa) di daerah Kebumen. Gue sangat menyarankan jika kalian ingin ke daerah-daerah pantai di Kebumen jika datang dari Cilacap dan sekitarnya (seperti kita) lebih baik mengisi bahan bakar kendaraan kalian terlebih dahulu jika indikator sudah berada di tengah-tengah. Mengingat medan jalan menuju pantai-pantai di Kebumen ini menuntut bahan bakar yang full untuk ditaklukan. Percaya deh sama gue!!!

Nah dari perempatan pasar setelah SPBU Kebumen ini berbeloklah ke arah kanan yang menuju Jogjakarta. Jangan terkecoh dengan plang yang jika kita lurus terus akan menuju ke Kebumen. Maksudnya disini adalah Kebumen kotanya… bukan tempat wisata pantainya jadi harus benar-benar peka yah… Jangan cuma peka ke pasangan aja sob hihihiiii…

Ikuti saja jalan utamanya. Nanti akan ditemukan simpang tiga setelah jembatan, ambilah jalan yang berbelok ke kanan disana ada plang menuju Pantai Menganti dan Pantai Ayah. Kalau sudah mengikuti jalan ini tinggal lurus saja karena sepanjang jalan ini objek wisata berupa pantai buanyaaakkk banget tinggal pilih mau yang mana hehehehe…

Sekitar pukul 08.20 gue sampai di gerbang masuk pantai Ayah. Untungnya belum ada penjaga di gerbang jadi kita terbebas dari pungutan biaya masuk heheheee… Ga jauh dari gerbang masuk pantai ayah terdapat masjid yang lumayan besar yang bersebelahan dengan area parkir pantai Ayah. Gue dan adek berinisiatif untuk beristirahat sebentar disini untuk melemaskan sedikit otot tangan dan kaki dan otot-otot lain yang tegang karena terus terusan duduk diatas jok motor huhuhuuu. Gue mencoba mencuci muka biar muka gue tetap kelihatan fresh dan ketampanan gue makin tambah wkwkwk. Intinya sih biar gue ga ngantuk 😎.

Sekitar 10 menit puas beristirahat kita kembali melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan banyak banget objek wisata berupa pantai tapi masih belum juga menemukan plang menuju pantai Patemon. Akhirnya gue menyuruh adek gue untuk membuka maps di smartphone-nya. Eh kejadian konyol terjadi. Sinyal GPS di smartphone adek gue ngawur. Masa posisi kita berada di tengah-tengah pantai. Huaaaa…emang kita spongebob? Hahahaaa… Nah sialnya lagi ketika gue membuka iPhone untuk melihat maps, gue ga dapat sinyal…hiiiaaaaa… Gue sempat sedikit panik karena berpikir jangan-jangan pantainya sudah kelewatan lagi. Huffttt….

OK akhirnya gue ikuti insting gue. Insting gue kali ini gue set sebagai sopir travel wkwkwk… Dengan pede-nya gue dan adek malah lanjut mengikuti jalan alternatif menuju Jogja ini.

FYI setelah objek wisata pantai Ayah jalanan benar-benar berkelok dan banyak tanjakan. Tanjakan juga terbilang cukup curam bisa mencapai gradient 20-25% sehingga benar-benar dibutuhkan konsentrasi tinggi untuk menaklukannya. Selain itu banyak kelokkan menanjak berbentuk huruf U sehingga harus sering-sering membunyikan klakson untuk memberi tanda kalau-kalau ada kendaraan lain yang melintas dari arah berlawanan. Untuk kondisi jalan sudah sangat bagus. Jalan juga tidak terlampau lebar tapi bisa muat untuk mobil-mobil seperti Avanza, Innova, dsb.

Ngga beberapa lama kita sudah berada di pertigaan jalan Pantai Menganti. Akhirnya gue menyerah juga dan menyuruh adek untuk bertanya ke warga sekitar. Kalaupun Pantai Patemon sudah terlewat gue berpikiran untuk mengunjungi Pantai Menganti terlebih dulu baru nanti baliknya ke Pantai Patemon. Nah hasil dari bertanya dengan warga sekitar, Pantai Patemon masih berjarak kurang lebih 4 km lagi dari pertigaan jalan Pantai Menganti ini… Yossshhh gue langsung semangat karena artinya Pantai Patemon belum terlewat hahahahaaa…

Mungkin sekitar 20 menitan gue udah sampai di depan gerbang masuk Pantai Patemon. Sepanjang perjalanan jarang banget gue melihat plang menuju Pantai Patemon kebanyakan plang merujuk ke Pantai Pasir Indah atau Pantai Watu Bale. Hmmm… dipikiran gue saat itu ini Pantai Patemon sebenarnya ada atau cuma khayalan aja sih wkwkwk… Tapi sekitar 400 meter sebelum gerbang masuk Pantai Patemon gue menemukan plang-plang kecil yang ditempel di pohon-pohon pinggir jalan. Jadi gue sudah sangat lega karena kit sudah berada di jalan yang benar wkwkwk.

Jalan Masuk Menuju Pantai Patemon

Tiba di depan gerbang masuk Pantai Patemon, gue sempat berucap di hati

Ini beneran akses jalan masuk ke Pantai Patemon? Kok kecil banget gini, seperti bukan akses jalan ke tempat wisata yang biasa banyak gue jumpai

Karena ragu gue sempat tanya ke warga sekitar. Katanya memang benar ini jalan menuju Pantai Patemon. Tinggal ikuti saja jalannya.

traveling menuju pantai patemon kebumen

Gerbang masuk Pantai Patemon, Kebumen

Kondisi jalan menuju Pantai Patemon terbilang 40% sudah baik dan 60% belum mendapat perhatian. 40% jalan yang sudah baik sudah di cor (sewaktu kita kesana jalan di depan pintu masuk dalam pengaspalan). Jalan yang dicor ini panjangnya kurang lebih 200 meteran dan sisanya sampai area parkir Pantai Patemon kita disuguhkan oleh medan jalan berupa tanah dan batu-batu hasil urugan gitu (gue ngga tahu bahasa Indonesianya urugan apa hahaha).

harga tiket masuk pantai patemon kebumen

Narsis sebelum membayar tiket masuk

Selain itu jalan masuk menuju Pantai Patemon ini juga melewati pemukiman warga dan jalannya termasuk sempit. Hanya cukup masuk satu mobil. Jadi kalau berpapasan ya sudah… selamat berjuang hahaha. Gue sangat menyarankan kalau kalian membawa mobil ke Pantai Patemon sebaiknya parkirkan saja di dekat gerbang masuk. Di depan gerbang masuk terdapat balai desa yang halamanya cukup luas. Tapi resikonya kalian harus berjalan kaki dan jalanannya pun bukan jalanan datar melainkan menanjak naik hahaha…Jadi bisa sekalian olahraga 😀. Ini gue sempat mendokumentasikan sedikit medan jalan menuju Pantai Patemon biar kalian mendapat bayangan jika ingin berwisata ke sini.

Saatnya Menikmati Suasana Pantai Patemon

Untuk menikmati Pantai Patemon kita dikenakan tiket masuk setiap orang Rp 5.000 dan tiket parkir Rp 2.000. Jadi total kita mengeluarkan uang sebesar Rp 12.000. Termasuk murah? Kalau gue bilang “iya termasuk murah.” Maklum dari cerita pedagang sekitar Pantai Patemon ini benar-benar 100% dikelola oleh warga sekitar.

menuju pantai watu pawon pantai patemon, kebumen

Masih sepi banget brrooo!!!

Tiba di Pantai Patemon kita langsung disuguhkan dengan pemandangan yang sangat-sangat indah. Berupa Samudra Hindia dengan hamparan air yang sangat…sangat…sangat luas (pas gue ngetik ini gue merinding). Sampai gue takjub dan berkata di hati

sungguh gue cuma makhluk yang sangat kecil setelah melihat semua ini.

indahnya pantai patemon di kebumen

menikmati samudra hindia diatas tebing pantai patemon atau pantai watu pawon

Pantai Patemon dalam jepretan panorama

Sewaktu kita tiba di Pantai Patemon masih sangat sepi pengunjung. Bisa dibilang baru kita berdua. Warung-warung sekitar pun baru pada buka heuheu… Jadi kita bisa puas berfoto-foto di beberapa selfie deck yang sudah dibuat oleh warga sekitar.

menikmati indahnya suasana pantai patemon kebumen

Menikmati luasnya samudra sambil merenung…dimana jodohku hahaha

Karena Pantai Patemon ini berada di atas bukit dengan batuan karang, kita ngga bisa untuk menikmati sisi pantai untuk bermain air. Kita hanya bisa memandang keindahan Samudra Hindia dari atas tebing. Sesekali sambil merenung betapa kecilnya diri kita heheheee…

jalan-jalan menuju pantai patemon di kebumen

Kalian harus kesini!!! Harus!!!

Di Pantai Patemon ini terdapat banyak selfie deck dan rumah pohon yang memang dibuat oleh warga sekitar untuk kita gunakan. Tenang saja gaes untuk berfoto ria di atas selfie deck atau rumah pohon, kita ngga akan dipungut biaya lagi. Semuanya gratis…tis…tis…

akses jalan menuju pantai patemon pantai watu pawon di kebumen

Hey kamu yakin ga mau kesini??

Karena selfie deck dan rumah pohon di Pantai Patemon merupakan inisiatif yang dibuat oleh warga sekitar jadi kemanannya terbilang sangat kurang. Gue sangat menyarankan berhati-hatilah ketika ingin berfoto-foto di atas sarana yang ada di pantai ini. Utamakan keselamatan yaaa…

jembatan pelangi di pantai watu pawon kebumen

jembatan pelangi di pantai watu pawon kebumen

Berfoto di atas jembatan pelangi

Nah kata ibu-ibu penjaga warung yang paling nge-hits sih jembatan pelangi. Akhirnya gue dan adek puas-puasin mengambil gambar di jembatan pelangi. Hohohoho… Sewaktu kita ke Pantai Patemon matahari lagi terik-teriknya padahal masih pukul 09.30, tapi beneran deh menyengat banget sinar mataharinya. Kulit gue aja sampai menghitam. Tapi hitam manis nan seksi sih wkwkwk *najong.

Fasilitas di Pantai Patemon

Fasilitas di Pantai Patemon ini sudah terbilang cukup baik. Walaupun pantai ini 100% dikelola oleh warga sekitar tapi kita sudah bisa menemukan fasilitas berupa kamar mandi (kalau ngga salah sudah ada dua kamar mandi), beberapa warung, selfie deck, rumah pohon, dan beberapa ornamen-ornamen sebagai penunjang untuk berselfie ria.

Mengenai harga di warung Pantai Patemon ini gue kurang begitu paham. Cuma sewaktu gue membeli 2 botol Aqua 600 ml, gue mengeluarkan Rp 8.000. Kalau gue bilang harga segitu sudah termasuk murah. Karena melihat jalan ke lokasi pantai ini juga terbilang sulit ditambah lagi semua fasilitas yang ada semuanya dikelola oleh warga sekitar.

Tips Menuju / Saat di Pantai Patemon

– Jika datang dari arah Cilacap, Adipala, Gombong, Buntu dan sekitarnya ikuti saja jalan menuju Pantai Karangbolong melalui jalur selatan (jalan alternatif) menuju Jogja. Jika dari Jogja berarti Pantai Patemon letaknya setelah Pantai Karangbolong. Silahkan bertanya ke warga sekitar karena tidak banyak plang petunjuk menuju Pantai Patemon.

– Jika mengandalkan GPS, kalian bisa memasukkan lokasi Pantai Watu Bale atau Desa Pasir Kebumen atau Pantai Pasir Indah. Karena setelah gue cek melalui Google Maps, Pantai Patemon ini masih belum terdeteksi. Mungkin dikarenakan pantainya masih belum populer.

– Pantai Patemon mempunyai nama lain yaitu Pantai Watu Pawon. Jadi jangan bingung jika orang-orang menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda. Intinya satu pantai kok hahahaaa…

– Usahakan kondisi kendaraan prima saat ingin mengunjungi Pantai Patemon ataupun pantai-pantai sekitar yang masih satu garis pantai dikarenakan medan jalan yang berkelok dan menanjak.

– Usahakan mengisi bensin terlebih dahulu (lebih baik full tank) karena sepanjang jalan tidak akan menemui SPBU. Kebanyakan pedagang menjual BBM eceran.

– Waktu yang tepat untuk ke Pantai Patemon adalah pagi dan sore hari. Dari sini bisa disaksikan sunrise dan sunset. Jika terlalu siang cuaca akan benar-benar panas dan sangat disarankan menggunakan sunblock.

– Semua fasilitas yang ada di Pantai Patemon dikelola warga sekitar. Sehingga tingkat keamanan masih sangat kurang. Berhati-hati saat menggunakan selfie deck atau rumah pohon untuk berfoto ria. Utamakan keselamatan.

Yapsss demikian cerita gue dan adek menuju Pantai Patemon dan menikmatinya. Selepas menikmati keindahan Pantai Patemon, kita ngga langsung cuss balik. Kita kembali menuju jalan Pantai Karangbolong untuk menikmati garis pantai selatan di Puncak HUD. Untuk tahu bagaimana serunya di Puncak HUD tunggu ceritanya yah. Jadi pantengin terus blog ini gaes… See you!!!

Untuk lokasinya Pantai Patemon / Watu Pawon ini silahkan cek di Google Maps berikut

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT