Stories

Serunya Body Rafting di Green Canyon, Batukaras

By on January 2, 2017

Ini adalah cerita terakhir liburan gue di Batukaras bersama Neng Ami, Neng Kamila, Neng Yuyun, Kang Umam, Kang Ricky, dan Gerry. Kalau kalian melewati cerita liburan gue di Batukaras kalian bisa mengecek disini dan disini. Singkat cerita gue dan teman-teman mengeksplore Batukaras selama 2 hari 1 malam. Dan hari terakhir kami semua memutuskan untuk body rafting di Green Canyon. Bagaimana serunya body rafting di Green Canyon? Simak cerita gue berikut ini dan seperti biasa jangan lupa disiapkan cemilan + secangkir kopi / teh / susu biar semakin asyik lagi membaca cerita gue kali ini heuheuheu…

Akhirnya Body Rafting

Sebenarnya kami memutuskan body rafting di Green Canyon ini adalah hal yang sangat spontan. Kenapa? Alasan awalnya Neng Ami tidak mau ikut mengingat Neng Ami adalah manusia yang sedikit takut air tapi kalau di kamar mandi luaaammmmaaaaa banget hahahaha 😂😝 *peace mi… Kata Neng Ami dia mau naik perahu saja. Mendengar pernyataan tersebut keluar dari mulut Neng Ami, Neng Yuyun tiba-tiba juga mengeluarkan pernyataan jika tidak ingin ikut body rafting alasannya mau nemenin Neng Ami naik perahu. Selain itu Neng Yuyun juga katanya ga bawa banyak baju ganti… duh…

Dari tujuh orang yang ikut piknik dadakan ini dua orang sudah mengambil keputusan buat ga ikutan body rafting. Ini kan sayang banget… Tapi awalnya juga gue berpikir untuk ga ikutan kegiatan body rafting ini mengingat gue juga ga banyak bawa baju ganti. Selain itu gue kan pake kacamata minus, nah gue takutnya salah sedikit aja gue bisa menghantam batu…duh malah beresiko kan nantinya hahahahaaaa….tapi alasan utamanya adalah karena emang gue ga bisa berenang wkwkwk… Ah sudahlah gue berpikir gimana besok aja. Kalau emang Neng Ami dan Neng Yuyun ga ikutan gue juga ga ikutan deh hihihiiii…

Senin (26/12) selesai sholat Shubuh gue langsung bergegas untuk menikmati sunrise. Memang sebelumnya gue udah nyeletuk ke yang lain bagaimana kalau menikmati sunrise bersama-sama. Yah seketika itu yang jawab di mobil dalam perjalanan menuju Mangrove Bridge sih pada iya…iya aja hihihiii… Buat yang belum baca cerita gue menikmati Mangrove Bridge bisa dibaca disini yah.

Dan ternyata dari hasil jawaban iya…iya kemarin hanya ada tiga orang yang mau menikmati sunrise. Yah bisa ditebak lah yah siapa tiga orang ini. Mereka adalah Neng Ami, Neng Yuyun, Neng Kamila. Iya ketiga srikandi ini antusias banget buat nikmati sunrise. Dan tentunya gue dong yang udah nyeletuk mau nikmatin sunrise. Kan ga lucu kalau gue ga jadi ikut gitu hihihi…😅😂.

Akhirnya gue ditemani ketiga srikandi menyusuri pantai menuju arah barat. Gue pasang perlengkapan kamera gue seperti tripod di sisi pantai. Sedangkan ketiga srikandi masih tetap menyusuri pantai jadilah kami terpisah heuheu. Padahal niat awalnya gue pengen banget difotoin sama salah satu srikandi ini. Mengingat foto gue dalam liburan kali ini sedikit karena lebih banyak bermain di belakang lensa kamera 😭😭. Akhirnya momen yang ditunggu-tunggu datang juga. Sunrise di pantai Batukaras sekitar pukul 05.20-an. Waktu itu cuaca sedikit mendung, jadi gue juga was-was kali aja ga dapat momen sunrise padahal ini kan hari terakhir gue dan teman-teman di pantai Batukaras. Tapi Alhamdulillah banget Tuhan mendengarkan doa seorang jomblo seperti gue, jadi gue bisa menikmati sunrise di pantai Batukaras ini. Dan ini hasil bidikan gue.

Menikmati Sunrise di batukaras

sunrise di batukaras

Menikmati sunrise di Pantai Batukaras

Sepertinya emang gue orang yang sangat antusias banget di liburan ini. Kalau kalian membaca cerita gue sebelumnya disini setelah menemukan penginapan dan istirahat sejenak, gue langsung ngebolang sendiri mengeksplore keindahan pantai Batukaras. Hihihiiii… iya emang benar gue sangat amat antusias banget. Buat gue traveling adalah salah satu cara melampiaskan segala kepenatan yang hadir di otak. Sangat sayang kalau ga dimanfaatkan dengan menikmati segala sesuatu yang ada di sekitar tempat tujuan traveling. Dan kalau kalian bertanya kenapa gue suka sunrise atau sunset? Karena ada kejadian yang membuat gue menyukainya (yang mau alasan pastinya bisa bertanya via email yah hahaha), sampai-sampai gue selalu suka dengan jam 17.45 dan pernah membuat stikernya hahaha *curcol… Lagian gue juga yakin kalian semua pasti akan bisa menikmati momen-momen sunrise atau sunset. Apalagi jika bersama orang-orang tersayang, betul ga???😊😚

menikmati body rafting di green canyon

Selesai mengabadikan momen sunrise di Pantai Batukaras

Selesai berburu foto momen sunrise akhirnya gue dan tiga srikandi kembali ke guest house. Saat ingin kembali ke guest house ternyata Kang Umam dan Gery sudah bermain di pinggir pantai. Kang Ricky waktu itu masih membuat pulau buta diatas bantalnya. Padahal kemarin dia antusias banget untuk main air di pantai hahahaha…

Karena Gery sudah mandi jadi dia hanya menikmati suasana pantai saja. Sedangkan Kang Umam yang sudah gatal ingin bermain air di pantai tampak ragu-ragu karena ga ada temannya. Hahahaaa… akhirnya gue kena juga rayuan maut Kang Umam untuk menemani dia bermain air di tepian pantai Batukaras. Kata Kang Umam “Jee tanggung kalau liburan ke pantai ga menikmati air lautnya.” Bener juga sih kata gue heuheu. Dan akhirnya para srikandi ditemani Gery kembali ke guest house dan gue bersama Kang Umam lanjut menikmati air laut di Batukaras ini. Rasa air lautnya asin hahaha ya iyalah asin namanya juga air laut, tapi lebih baik asin sih dibandingkan rasa hambar seperti hubungan yang ga tau arahnya gitu wkwkwk.

bermain air di pantai batukaras

Kang Umam bermain di tepi pantai Batukaras

Ada putra duyung terdampar di pantai Batukaras hahaha…

Jujur saja gue punya rasa trauma tersendiri kalau bermain air di tepian pantai karena gue punya pengalaman sempat mau tenggelam waktu kelas 5 SD dulu. Maklum gue orang yang ga bisa berenang. Akhirnya gue bersama Kang Umam menyelesaikan main-main dengan air laut pantai Batukaras sekitar pukul 06.45 mengingat teman-teman yang lain sudah antusias banget untuk melakukan aktivitas body rafting terutama Neng Kamila nih.

Setelah gue selesai bersih-bersih, bilas, dan dilanjutkan dengan mandi, gue langsung berkemas. Karena memang rencananya setelah body rafting kita langsung balik ke Bandung. Sebelum meninggalkan pantai Batukaras akhirnya kami semua meninggalkan jejak berupa foto untuk mengucapkan “selamat tinggal Batukaras” dan dalam hati gue berbisik semoga gue bisa kesini lagi bersama seseorang untuk bisa menikmati keindahan pantai Batukaras yang kedua kali *beuhhh jadi baper kan.

cerita seru body rafting di green canyon

bersiap untuk body rafting di green canyon

persiapan menuju green canyon

menuju base camp body rafting green canyon

Bhayyy Batukaras, sampai ketemu di lain waktu!!!

Setelah puas berfoto-foto ria akhirnya kami ke guest house untuk pamit ke ibu pemilik guest house sekaligus mengembalikan kunci rumah. Sewaktu pamitan gue, Kang Umam, dan Neng Ami ditanya sama ibu pemilik guest house “setelah dari sini mau kemana lagi?” Kang Umam langsung menjawab “kami mau ke Green Canyon bu.” Begitu bunyinya hahahaa…

Karena ibu pemilik guest house ini benar-benar baik ke kami, beliau langsung menelpon ke adiknya yang juga mengurusi body rafting di Green Canyon. Kata beliau “biar kalian nanti yang menawar harganya.” Duh kurang baik apalagi coba ibu guest house WOLU ini. Kalian benar-benar harus menyewa guest house WOLU deh pokoknya. Jangan sampai nggaaaaa!!!!!!!

Sembari menunggu adik dari ibu guest house datang, ibu pemilik guest house menceritakan kalau bulan-bulan sekarang (Desember) sewaktu cuaca cerah arus di Green Canyon tidak terlalu deras dan airnya juga benar-benar bersih (berwarna hijau gitu) alias ga keruh. Wah gue langsung berubah pikiran saat itu untuk memantapkan diri untuk benar-benar ikut body rafting. Dan akhirnya Neng Ami dan Neng Yuyun pun terhipnotis dengan rayuan maut ibu pemilik guest house ini hahahaaaa… Ibu pemilik guest house ini menyarankan kepada kami untuk nanti bisa menawar harga body rafting. Dari info sebelumnya yang kami dapat jika musim liburan gini untuk melakukan body rafting akan dikenakan biaya sekitar Rp 250.000. Harga segitu sudah dapat makan setelah selesai body rafting.

Akhirnya yang ditunggu datang juga. Adik dari ibu pemilik guest house-nya datang juga. Beliau bernama Mas Adi. Setelah berkenalan kami diceritakan Mas Adi bahwa hari ini (26/12) pas banget untuk melakukan body rafting karena cuaca yang cerah banget. Dan rayuan Mas Adi inilah yang meyakinkan ke gue untuk memantapkan lagi kalau gue bakal ikutan body rafting. FYI Mas Adi ini sepertinya penyalur untuk mengurus orang-orang yang ingin body rafting.

Setelah puas diceritakan tentang serunya body rafting di Green Canyon, kami semua menanyakan harga. Mas Adi menawarkan harga Rp 225.000. Kalau gue bilang ini sudah termasuk murah. Tapi Kang Umam mencoba untuk negosiasi lagi siapa tahu harga bisa turun. Eh ternyata rayuan Kang Umam ga bisa mempengaruhi Mas Adi hahaha…Jadilah kita deal dengan harga Rp 225.000 tapi sudah mendapatkan makan setelah selesai body rafting huhuhuwww… Oh iya harga segitu sudah mendapatkan asuransi lho yah.

Menuju Base Camp dan Green Canyon

Setelah selesai negosiasi yang ga terlalu alot banget, ga seperti hubungan kita yang semakin alot, kami disuruh untuk mengikuti Mas Adi menuju basecamp. Lokasi basecamp ini tidak terlalu jauh dari pantai Batukaras. Mungkin sekitar 5 menit kami sudah sampai di basecamp body rafting yang bernama BARAJA ini. Di basecamp kami langsung disambut dan disuruh segera untuk mencari sepatu karet sesuai dengan ukuran kaki kami masing-masing. Hampir 15 menit lebih gue dan teman-teman yang lain mencari ukuran sepatu karet yang pas huftt…cari sepatu karet aja sama seperti cari jodoh sulit dan butuh lama wkwkwk…

Setelah mendapatkan sepatu karet yang sesuai dengan ukuran akhirnya kami semua melunasi pembayaran. Setelah itu lanjut sarapan nasi goreng. Sewaktu sarapan, kami dikasih tahu bahwa guide yang menemani nanti adalah Kang Iwan. Selesai sarapan akhirnya kami semua bergegas untuk menggunakan perlengkapan keamanan yang lain seperti pelampung dan helm. Untuk pelampung dan helm ga perlu repot-repot nyari karena semua sudah all size. Untuk apa-apa yang bisa dibawa gue dan Kang Umam berunding ke Kang Iwan. Karena nantinya guide kita inilah yang akan mendokumentasikan kegiatan kita saat di Green Canyon. Akhirnya kamera gue, iPhone, dan smartphone Neng Kamila lah yang dipilih untuk dibawa saat body rafting untuk mendokumentasikan setiap kenangan eh kegiatan maksudnya heuheu… Ga perlu takut kecemplung di Green Canyon tuh gadget gaes karena guide punya tas khusus (dry bag) yang memang anti air gitu. Sebelum menuju Green Canyon ga lupa kami berfoto ria di basecamp BARAJA ini heuheuheu…kami memang anak-anak yang terlalu eksis jika sudah di depan lensa kamera wkwkwk…

serunya body rafting di green canyon

Bersiap-siap menuju Green Canyon untuk body rafting

Setelah puas berfoto ria kita diangkut menggunakan mobil bak terbuka menuju lokasi Green Canyon. Dari basecamp menuju lokasi memakan waktu sekitar 30 menit… tapi ga terasa lama karena sepanjang perjalanan kita saling cerita ngalor ngidul dan beralay-alay gitu hahaha…

body rafting di green canyon

Menuju Green Canyon menggunakan mobil bak terbuka

Setelah sampai di lokasi, kami ga langsung dihadapkan dengan Green Canyon. Kami harus berjalan menuju ke bawah kurang lebih 10-15 menitan. Untung medan jalan menuju Green Canyon tidak terlalu ekstrim. Tapi tetap harus berhati-hati karena banyak batuan yang licin. Bisa-bisa terpleset…Kalau terpelesetnya di hati kamu sih ga apa-apa huahahahaa…

Setelah sampai di Green Canyon gue langsung berdecak kagum melihat keindahan alamnya. Allah begitu besar menciptakan segala sesuatunya dan gue benar-benar bersyukur bisa menikmati alam yang sudah Allah berikan ini. Airnya benar-benar hijau banget. Jarang gue lihat sungai dengan air berwarna hijau seperti ini. Kebanyakan gue melihat sungai-sungai dikota warnanya yah kuning… keruh gitu kaya hati gue hihihii…

Sebelum nyemplung para guide (guide yang mendampingi kita 2 orang plus Kang Iwan sebagai leadernya) mengecek kembali pelampung yang kami gunakan. Para guide mengencangkan satu per satu pelampung dari kami agar nantinya tidak terlepas karena kendor di dalam air saat melakukan body rafting. Setelah semua siap tidak lupa kami semua untuk berdoa memohon keselamatan dan kelancaran selama melakukan body rafting huhuhuwww…. Setelah selesai… Byuuurrrr…. Byuuurrrrr…. Kami semua nyemplung di Green Canyon dan ini beberapa foto-foto yang sempat diabadikan oleh para guide. Sebenarnya banyak banget foto-fotonya, cuma karena tampil di blog jadi gue pilih yang paling bagus aja yah…hehehe…

bersiap body rafting di green canyon

keseruan body rafting di green canyon

lokasi green canyon pangandaran

Serunya body rafting di Green Canyon, Pangandaran

Panjang sungai Green Canyon ini mungkin sekitar 5 km. Ini mungkin yah karena gue benar-benar ga ngukur panjangnya dikarenakan gue ga bawa meteran dan juga gue sangat menikmati banget yang namanya body rafting heheheee… Jadi sebenarnya untuk durasi body rafting tergantung dari kami. Kata guide-nya gitu. Semakin banyak kita mengambil gambar maka semakin lama juga kita untuk sampai ke garis finish-nya.

akses menuju lokasi body rafting di green canyon

Air sungainya hijau

Untuk menguji nyali, kami mencoba untuk melompat dari batu yang tingginya sekitar 7 meter. Sayang Neng Yuyun tidak mencoba untuk melompat. Banyak reaksi unik dari Neng Kamila dan Neng Ami saat ingin melompat hahahaaa… Ketika mereka mencoba melompat gue sungguh ga bisa nahan ketawa karena posisi mereka saat jatuh di air salah, jadi beberapa bagian badan mereka terasa sakit semua hihihiii… Dan momen yang paling berkesan adalah ketika Neng Ami loncat… dia sampai bilang “pedes banget” saat berhasil mendarat di air hihihi…

informasi body rafting di green canyon pangandaran

Fokus ke gue, gue paling tengil diantara yang lain hahaha

Ada beberapa spot untuk bisa melompat dari ketinggian ke permukaan air di Green Canyon ini. Hanya saja memang yang paling tinggi adalah batu 7 meter tersebut. Ada juga kolam blender, dimana kalian akan diajak untuk berputar-putar di dalam putaran arus selama kurang lebih 5 detik. Mirip seperti diblender gitu hihihi…Dan terakhir sebelum sampai finish kami dihadapkan lagi dengan batuan untuk meloncat kembali. Kali ini tinggi batu kurang lebih 5 meter, tapi tetap saja rasa deg-degan terus membayangi. Seperti bayangan mantan yang bisa kapan saja datang eeaaaa…

harga tiket masuk green canyon pangandaran

Ngambang di Green Canyon

Oh Iya jangan takut jika kalian lapar. Beberapa saat sebelum menyentuh garis finish kalian akan bertemu dengan rest area. Disini kalian bisa memesan makanan seperti energen, pop mie, dan beberapa minuman. Jangan memesan “rasa yang pernah ada” karena gue yakin ga ada di list menu hahahaaa…

rest area body rafting di green canyon

Popmie-nya bukan endorse-an yah

Sekitar pukul 02.15 kita sudah sampai di ujung kegiatan body rafting. Padahal gue masih pengen lanjut lagi wkwkwk. Di garis finish kami harus menunggu perahu untuk diantarkan ke dermaga yang selanjutnya menyambung perahu lagi untuk kembali ke basecamp. Jadi kami melakukan body rafting sekitar kurang lebih tiga jam dari pukul 11.00 – 14.00. Lumayan membuat badan gemetaran karena dinginnya air sungai di Green Canyon. Sampai basecamp BARAJA kami semua langsung mandi dan bersih-bersih di kamar mandi yang sudah disediakan. Tentunya mandinya satu orang satu kamar mandi ga bareng-bareng juga yah hahahahaaa… Setelah itu kami semua lanjut sholat Ashar dan makan. Kami meninggalkan Batukaras sekitar pukul 16.45 dan sampai Bandung sekitar pukul 00.07.

Yakh inilah cerita akhir dari edisi liburan gue bersama teman-teman kampus. Walaupun ga semua bisa ikut tapi liburan kali ini berkesan banget menurut gue. Sampai bertemu lagi di cerita-cerita seru gue yang lainnya. See you gaes!!!

Informasi yang mungkin berguna untuk kalian yang ingin berlibur di Batukaras.

  • Penginapan berupa guest house WOLU. Harga yang ditawarkan saat kami menginap Rp 600.000. Mendapatkan fasilitas berupa TV, kipas angin, 3 kamar tidur, 1 kamar mandi utama, 2 kamar mandi dalam (kamar tidur), ruang keluarga, dispenser, dan dapur. Jika ingin menggunakan AC bisa menambah Rp 50.000. No telpon yang bisa dihubungi : 082 115 901 771 atau 081 245 773 733.
  • Body rafting di Green Canyon dipersembahkan oleh BARAJA Body Rafting. Untuk reservasi atau sekedar ingin bertanya-tanya dan negosiasi harga bisa menghubungi Mas Adi : 085 223 841 224

Liburan terasa lebih seru dan menyenangkan bukan karena suatu lokasinya, tapi dengan SIAPA kalian menghabiskan liburan tersebut

TAG
RELATED POSTS
2 Comments
  1. Reply

    Ami

    January 4, 2017

    Ninggalin jejak lagi gan hahaha terima kasih liburan serunyaa

    • Reply

      jeje

      January 5, 2017

      Ah iya sama-sama, terima kasih juga sudah meluangkan waktu untuk menikmati liburan bersama

LEAVE A COMMENT