Stories

Menikmati Indahnya Curug Citambur di Cianjur Selatan

By on February 9, 2017

Woohooo… halloo…halloo… semuanya. Apa kabar? Pada kangen ngga nih sama gue? Hahahaaaa… Akhirnya bisa kembali ngeblog lagi setelah lama menelantarkan blog kesayangan ini hihihiii… Yosshhh yang kangen sama gue sini…sini mendekat entar gue kasih uang koin satu-satu buat naik odong-odong 😆😁.

Mumpung lagi bisa ngurus blog, gue mau bercerita nih ke kalian semua tentang pengalaman berkunjung ke Curug Citambur yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Selatan dengan Cianjur Selatan. Ini adalah curug tertinggi yang pernah gue lihat selama gue menjelajah beberapa curug/air terjun di beberapa daerah. Sampai-sampai nyokap dan bokap menjuluki gue manusia curug dan adek gue menambahkan manusia curug yang ngga bisa berenang emot.

Buat kalian yang ingin berkunjung ke Curug Citambur sangat gue sarankan untuk membaca cerita gue sampai habis. Dijamin ngga akan nyesel deh. Kalau ngga sampai habis bisa-bisa kalian kecewa ke Curug Citamburnya *nada mengancam* 😤. Yukk yang sudah penasaran sama cerita seru gue menikmati Curug Citambur langsung saja disimak…cussss!!!!

Perjalanan Menuju Curug Citambur

Awalnya gue berencana untuk berkunjung ke Curug Citambur sendiri. Tapi sohib gue dari Jakarta yang bernama Deni berkunjung ke Bandung di hari Sabtu (28/1) untuk menikmati keindahan kota Bandung. Akhirnya rencana untuk berkunjung ke Curug Citambur sendirian batal karena akhirnya sohib gue mau juga untuk diajak. Yess!!!

Minggu shubuh (29/1) pukul 05.15 gue dengan memboncengi sohib gue sudah menggeber motor untuk menuju Curug Citambur dari kosan di daerah Cikutra Bandung. Untuk rute jalan menuju Curug Citambur terdapat beberapa pilihan diantaranya melewati Ciwidey atau Cianjur kota. Gue memutuskan untuk melewati Ciwidey karena ini merupakan rute terdekat dan memang lebih banyak yang menyarankan untuk menggunakan rute melewati Ciwidey, Google Maps pun menyarankan demikian 😅.

Cerita Jalan – Jalan Lainnya: Menikmati ‘Zaman Purba’ Di Goa Pawon 

Untuk menuju Ciwidey berarti gue harus mengambil Jalan Soekarno Hatta dan dilanjutkan dengan berbelok ke arah Kopo Sayati karena masih shubuh jalan Soekarno Hatta masih sangat sepi sama seperti hati gue *eaaa… sehingga gue bisa memacu motor dengan kecepatan kurang lebih 60 – 70 km/h. Sama halnya ketika memasuki daerah Kopo, daerah yang terkenal macet ini kalau masih pagi masih terbilang sangat lengang. Dari Kopo gue mengarahkan motor untuk menuju Soreang untuk dilanjutkan menuju Ciwidey.

Ngga tahu karena emang masih pagi atau emang orang-orang pada males berkunjung ke objek wisata di daerah Ciwidey, perjalanan waktu itu terasa cepat banget. Ngga ada kemacetan yang benar-benar membuat motor untuk mandeg…deg. Palingan juga yang menghambat laju motor waktu itu adalah pasar kaget atau pasar tumpah. Tapi menurut gue masih terbilang lancar.

Sekitar pukul 06.20 gue yang ditemani sohib gue udah memasuki daerah Ciwidey. Memasuki daerah Ciwidey, gue terlebih dahulu mengisi bahan bakar kendaraan sampai full tank. Sepanjang jalan di daerah Ciwidey ini gue hanya menemukan 3 SPBU. Sangat gue sarankan untuk kalian yang ingin berkunjung ke Curug Citambur mengisi bahan bakar terlebih dahulu di SPBU daerah Ciwidey ini dikarenakan sepanjang perjalanan selepas daerah Ciwidey ngga akan ditemukan lagi SPBU.

Setelah bahan bakar motor terisi full tank akhirnya kita melanjutkan perjalanan kembali. Kondisi jalan masih benar-benar lengang di daerah Ciwidey pagi itu. Dari pengalaman gue sih daerah Ciwidey ini pasti bakal macet kalau sudah weekend, maklum banyak objek wisata yang menarik di daerah ini.

Walaupun ngga menghadapi kemacetan tapi tentu tantangan lain hadir hahahaaa… Tantangan tersebut adalah banyaknya jalan berkelok yang menanjak di daerah Ciwidey ditambah lagi udara pagi itu benar-benar membuat tubuh seperti membeku. Benar-benar dingin banget gaesss. Ditambah lagi cuaca pagi itu mendung dengan diiringi hujan rintik-rintik yang mengingatkan masa lalu *eaaaa….

Dari yang cuma rintik-rintik berubahlah menjadi hujan dengan intensitas sedang sehingga kita meneduh di sebuah warung tepat di depan Taman Strawberry sebelum masuk kawasan wisata Kawah Putih. Selain berteduh kita juga memutuskan untuk sarapan. Di warung ini kita berhenti cukup lama karena memang cuaca di Ciwidey benar-benar adem banget ditambah kabut sehingga kita sangat…sangat membutuhkan kehangatan di warung dengan meminum secangkir kopi 😌.

Cerita Jalan – Jalan Lainnya: Bukit HUD, Harta Karun Tersembunyi di Kebumen

Sekitar pukul 07.30 kita melanjutkan perjalanan dengan masih ditemani oleh hujan. Selepas melewati objek wisata Kawah Putih dan beberapa objek wisata lain di sekitarnya kita menemukan pertigaan. Dari pertigaan ini kita mengambil jalan yang berbelok ke kanan menuju Desa Cipelah. Menuju Desa Cipelah kita disajikan dengan pemandangan kebun teh yang saat kita melewatinya tertutup dengan kabut. Kondisi jalan ketika memasuki daerah perkebunan teh ini merupakan aspal yang sudah mengelupas. Sehingga laju kendaraan ngga bisa dipacu secara maksimal. Ditambah lagi waktu itu hujan + berkabut yang membuat jarak pandang gue terbatas. Hufftt…benar-benar ngga menyarankan berkunjung ke Curug Citambur disaat curah hujan masih tinggi-tingginya.

Jalan dengan kontur berkelok dan menurun menjadi santapan utama dalam perjalanan menuju Curug Citambur. Di satu lokasi akhirnya kita memutuskan untuk berhenti sekedar untuk berfoto-foto dan menikmati udara segar di sekitar kebun teh yang sedari tadi menjadi pemandangan utama.

lokasi curug citambur cianjur selatan

berkunjung ke curug citambur

pemandangan selama perjalanan menuju curug citambur

Perjalanan menuju Curug Citambur

Jarak dari pertigaan Rancabali menuju Desa Cipelah kurang lebih sekitar 25 km (ini prediksi gue yah) ditempuh dengan lama perjalanan sekitar satu jam lebih. Sebenarnya mungkin bisa lebih cepat lagi jika kondisi saat itu tidak hujan dan berkabut.

kondisi jalan menuju curug citambur

Melewati perkebunan teh Sinumbra

Setelah melewati Desa Cipelah kondisi jalan semakin buruk terutama di Desa Cisabuk. Di desa ini kita menemukan sebuah turunan yang benar-benar curam dan ekstrim banget. Turunan ini berupa batuan lepas yang ditaburi sekam oleh warga sekitar. Ini merupakan jalan dengan medan terekstrim menuju Curug Citambur. Bahkan ketika saya melewati turunan ini dari arah berlawanan terdapat mobil yang menurunkan penumpangnya agar beban mobil berkurang untuk bisa menaklukan jalan ini.

Setelah berhasil melewati turunan yang sangat teramat curam + licin perjalanan kita lanjutkan. Tidak beberapa lama di sisi kanan jalan gue melihat hamparan bukit yang terbelah oleh beberapa curug. Wah ini pertanda kalau Curug Citambur sudah dekat heheheee… Akhirnya gue tancap gas agar segera sampai ke tempat tujuan utama.

Sekitar pukul 09.20 tibalah kita di depan gerbang masuk Curug Citambur. Lokasi gerbang masuk Curug Citambur ini tepat di depan Kantor Desa Karang Jaya. Begitu masuk kita disuguhkan pemandangan Situ Rawasuro. Untuk bisa menikmati Curug Citambur kita dikenakan tarif masuk Rp 7.000 per orang. Dari Situ Rawasuro ini kita harus berjalan lagi sekitar 200 meter untuk mencapai area parkir.

Menikmati Keindahan Curug Citambur

Setibanya di area parkir kita langsung melepas jas hujan yang sedari tadi kita kenakan karena memang hujan menjadi teman setia selama perjalanan kali ini. Tapi untunglah ketika kita tiba di lokasi hujan sudah reda tapi tetap saja awan mendung menjadi pemandangan waktu itu.

Dari area parkir ini kita sudah bisa melihat betapa tingginya Curug Citambur ini. Bahkan debit airnya pun sangat deras, maklum gue mengunjunginya diwaktu curah hujan masih tinggi. Ngga jauh dari area parkir gue lihat beberapa orang yang sedang nge-camp. Setelah parkir motor, gue disuruh sama abang-abang penjaga parkirnya untuk menitipkan helm di warung sekitar agar lebih aman.

Curug Citambur di cianjur selatan

Pesona Curug Citambur

Gue mendapatkan info Curug Citambur ini dari Instagram. Beberapa postingan yang gue lihat memang curug ini termasuk curug tertinggi di Jawa Barat. Aliran air Curug Citambur ini berasal dari sungai yang mengalir dari Gunung Gedongan melalui perkebunan teh Citambur. Sewaktu gue ke Curug Citambur ini debit airnya sangat deras sehingga cipratan dari air yang jatuh dari atas seolah-olah seperti kabut. Pemandangan di sekitar Curug Citambur ini juga sangat indah. Kalian akan disajikan dengan hamparan sawah yang luas dan pohon-pohon yang menjulang tinggi.

keindahan curug citambur di cianjur selatan

harga tiket masuk curug citambur

lokasi curug citambur di cianjur

Debit air Curug Citambur saat musim penghujan menjadi sangat deras

Karena kita kesini saat debit air Curug Citambur tinggi, kita cukup kesulitan untuk mengambil gambar. Hal ini dikarenakan air yang jatuh dari curug ini membuat cipratan yang cukup deras sehingga ketika ingin mengambil gambar menggunakan kamera / gadget akan beresiko kecuali jika kalian menggunakan kamera / gadget yang tahan air. Akhirnya disiasati dengan berfoto jarak jauh dari lokasi curugnya hahahaaa… Ini demi mendokumentasikan bahwa gue pernah ke Curug Citambur oii!!!!

berfoto-foto di curug citambur

menikmati alam di curug citambur cianjur

Eksis dulu bro!!!

Di Curug Citambur ini kalian tidak bisa bermain air atau mandi di bawah air terjun dikarenakan curug ini dikelilingi oleh tebing yang curam dan berbahaya. Selain itu debit airnya pun sangat deras. Jika kalian ingin bermain air di curug ini sebaiknya agak turun sedikit ke bawah dengan melewati sawah penduduk. Walaupun kita ngga bermain air di Curug Citambur tapi kita tetap basah gaes. Ini dikarenakan air yang jatuh dari curug membuat cipratan yang cukup deras seolah-olah hujan lokal di sekitar curugnya hahahaaa… Ini pengalaman pertama gue ke curug tanpa perlu nyemplung ke aliran sungainya sudah basah wkwkwk.

pesona curug citambur di cianjur selatan

rute jalan menuju curug citambur

Menikmati Curug Citambur

Setelah puas menjelajah dan menikmati keindahan alam sekitar curug akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Kita pulang selepas Dhuhur. Perjalanan pulang sama seperti perjalan menuju curug tadi. Masih tetap ditemani hujan bahkan hujan yang turun semakin deras. Perjalanan pulang menuju Bandung banyak terhambat karena macet di Ciwidey karena sudah siang kawasan wisata Ciwidey seperti Kawah Putih dan objek wisata di sekitarnya sudah ramai pengunjung. Kita sampai dikosan sekitar pukul 18.30-an. Huffttt pulang-pulang dikosan langsung mandi dan tepar. Keesokan harinya gue langsung masuk angin hahahaha…benar-benar perjalanan yang melelahkan tapi tentu sangat mengasyikkan. Kalian harus berkunjung banget sih ke Curug Citambur ini.

Sampai disini dulu cerita keseruan gue berkunjung ke Curug Citambur di Cianjur Selatan. Mungkin di lain kesempatan gue akan berkunjung ke Curug ini lagi terutama disaat musim kemarau tiba. Jika ada teman-teman yang berada di Bandung atau daerah sekitar Bandung yang ingin ke Curug Citambur di musim kemarau nanti boleh lho ajak-ajak gue heheheee… Sampai bertemu lagi di cerita seru gue lainnya yah. Tetap pantengin blog ini gaes… See you!!!

Tips Berkunjung Ke Curug Citambur

Berikut ini tips yang bisa menjadi masukan kalian jika ingin berkunjung ke Curug Citambur dari gue pribadi.

  • Siapkan fisik yang prima. Ini dikarenakan kondisi jalan menuju Curug Citambur banyak berupa tanjakan, turunan dan tikungan sehingga membutuhkan konsentrasi untuk melahapnya. Tanjakan dan turunan di beberapa tempat bahkan ada yang sangat curam. Di Desa Cisabuk kalian akan menemukan tanjakan dan turunan yang ekstrim sehingga diperlukan kehati-hatian.
  • Masih bersangkutan dengan poin pertama. Jika kalian ingin berkunjung ke Curug Citambur pastikan kendaraan yang akan dipakai dalam keadaan baik mengingat medan jalan yang akan dilewati berupa tanjakan, turunan, dan tikungan. Silahakan kalian mengecek kampas rem terlebih dahulu sebelum berangkat. Untuk yang menggunakan kendaraan roda dua sangat gue sarankan agar tidak menggunakan motor matic. Untuk yang ingin menggunakan mobil bisa-bisa saja, tapi gue ngga merekomendasikan yah.
  • Lebih disarankan untuk mengunjungi Curug Citambur saat curah hujan rendah. Hal ini dikarenakan akses jalan menuju lokasi masih banyak yang rusak dan berupa batuan lepas. Sehingga ketika curah hujan masih tinggi jalan-jalan tersebut akan sangat terasa licin. Saya sampai beberapa kali mengalami slip di tanjakan dan turunan yang kondisi jalannya berupa batuan lepas dan tanah.
  • Jika dari arah Bandung pastikan kalian mengisi bahan bakar kendaraan dalam keadaan penuh. SPBU terakhir berada di daerah Ciwidey. Selepas dari objek wisata Kawah Putih tidak akan ditemukan lagi

Alamat Curug Citambur

Curug Citambur, Karangjaya, Pasirkuda, Cianjur Regency, West Java

 

Lokasi Curug Citambur (GMaps)

Pengeluaran di Curug Citambur

Ini hanya biaya yang keluar saat di Curug Citamburnya yah gaes, bukan secara keseluruhan.

Tiket masuk @ Rp 7.000 X 2 = Rp 14.000

Bayar parkir @ Rp 3.000

Penitipan helm @ Rp 3.000 X 2 = Rp 6.000

Ngemil + Ngopi di warung sekitar curug = Rp 20.000 (dua orang)

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT