Stories

Perjuangan Menuju Curug Panganten Pangalengan

By on February 24, 2017

Hallooo semua… Gue balik lagi nih. Pasti udah pada banyak yang nungguin gue kan? *sok pede. Nah mumpung ada kesempatan kali ini gue mau bercerita ke kalian semua petualangan sehari menuju lokasi Curug Panganten di Pangalengan.

Curug Panganten ini termasuk curug yang baru gue tau setelah melihat-lihat postingan di Instagram. Nama Curug Panganten sangat familiar sekali. Bahkan di Bandung pun juga ada nama Curug Panganten. Sempet bingung juga sih tentang info lokasinya, apakah memang benar berada di Pangalengan atau justru berada di daerah Bandung. Akhirnya tanya ke mbah Google untuk mencari sebuah jawaban. Ternyata memang benar ada Curug Panganten di daerah Pangalengan. OK setelah mendapat informasi yang cukup akhirnya gue cusss sendirian menuju lokasi. Bagaimana keseruan gue untuk sampai ke lokasi Curug Panganten di Pangalengan? Simak cerita lengkapnya berikut gaes!!!

Perjalanan di mulai!!!

Minggu (5/2) pagi sekitar pukul 05.30 gue sudah bersiap untuk menuju Pangalengan. Kali ini gue melakukan traveling sendirian. Gue sengaja memilih pagi-pagi untuk pergi ke Pangalengan biar sampai lokasi juga ngga terlalu siang. Lagian, gue juga belum tahu pasti lokasi Curug Pangantennya hahahaaa… Gue berangkat benar-benar dengan modal nekat 😏.

Kondisi jalan pagi hari kota Bandung benar-benar sepi, jadi gue bisa memacu motor dengan kecepatan 60 – 70 km/h. Untuk menuju Pangalengan gue mengambil rute Buah Batu – Bojongsoang – Baleendah – Banjaran – Pangalengan (bener ngga nih urutannya yah hahahaaaa). Tepat setelah melewati tol Buah Batu tiba-tiba hujan turun dan akhirnya gue menepikan motor terlebih dahulu untuk memasang jas hujan. Perjalanan dilanjutkan kembali dengan berteman hujan heuheuheu…

Sesekali gue mengalami kemacetan karena melewati pasar. Kondisi jalan menuju Pangalengan sebenarnya sudah cukup bagus hanya saja di daerah sekitar Baleendah dan Banjaran gue menemukan jalan yang emang udah parah banget kerusakannya. Sampai beberapa kali gue harus ngambil ke tepian jalan untuk berbagi jalan dengan pengendara lain dari arah berlawanan untuk menghindari lubang jalan yang udah seperti kubangan hahahaaa…

Sekitar pukul 08.15 gue udah memasuki daerah Pangalengan lebih tepatnya pasar Pangalengan. Dari info yang gue dapat di internet, gue harus mengarahkan kendaraan gue menuju Geothermal Wayang Windhu. Geothermal ini berlokasi dekat dengan perkebunan teh Kertamanah. Jadi masih termasuk mudah untuk menemukannya. Sebelum melanjutkan perjalanan gue berinisiatif untuk mengisi bahan bakar motor gue terlebih dahulu di SPBU sekitar pasar Pangalangen.

Setelah beberapa saat mengisi bahan bakar dan beristirihat sebentar di SPBU gue lanjutkan perjalanan. Sekitar 15 menit, gue menemukan pertigaan dengan plang menuju kebun teh Kertamanah. Gue belokkan motor gue masuk perkampampungan warga. Kalau ngga salah nama desanya Margamulya. Ikuti saja jalan di desa ini. Ujung-ujungnya akan ketemu perkebunan teh Kertamanah.

Memasuki daerah perkebunan teh Kertamanah gue lebih banyak bertanya ke warga sekitar. Mengingat banyak sekali cabang jalan yang membingungkan. Jalanan menuju lokasi curug Panganten benar-benar berupa batuan lepas dengan tanah merah yang waktu gue kesana benar-benar menjadi licin karena diguyur hujan. Gue lihat penduduk sekitar lebih banyak menggunakan motor trill untuk melibas medan jalan yang gue bilang ‘ekstrim’ tersebut. Ban motor gue sampai beberapa kali selip dikarenakan licinnya jalan. Jadi saran gue jika kalian ada niatan menuju curug Panganten di Pangalengan menggunakan motor hindari menggunakan motor matic gaes, bakal tersiksa banget deh dengan medan jalannya 😩.

berpetualang menuju curug panganten pangalengan

akses jalan menuju curug panganten pangalengan

Pemandangan setelah memasuki desa Margamulya menuju curug Panganten, Pangalengan

Walaupun medan jalan menuju curug Penganten bikin pegel badan tapi semua terbalas dengan pemandangan indah di sekelilingnya. Perkebunan teh dan lahan-lahan yang ditanami sayur mayur akan memanjakan mata. Selain itu asap yang mengebul dari Geothermal Wayang Windu pun bisa dilihat dari kejauhan. Gue juga beberapa kali melewati jalan yang sisinya dilewati oleh pipa-pipa dari Geothermal Wayang Windu.

Butuh Perjuangan

Sekitar 45 menit-an gue melibas jalanan yang ngga banget sampailah gue di lokasi. Eitss jangan membayangkan gue udah sampai di curug Pangantennya. Gue baru memasuki pintu masuknya hohohooo.. Pintu masuknya berupa perkebunan warga gaes… bukan gapura keren seperti objek wisata yang sering kalian lihat hihihiiii… Oh iya di lokasi menuju curug Panganten ngga ada lahan parkir jadi gue memarkirkan kendaraan gue di warung sekitar. Ngga perlu khawatir karena dijamin aman kok 👌.

Nah untuk menuju lokasi curug Panganten, gue harus melakukan trekking selama kurang lebih 25 menit. Huffttt ini perjalanan ke curug yang benar-benar membutuhkan perjuangan ekstra banget gaes. Medan trekking terbilang cukup menantang. Tanah merah yang licin akibat hujan menemani perjalanan gue menuju curug. Beberapa kali gue sempat terpeleset, maklum gue emang salah pakai alas kaki. Gue ke lokasi curug Panganten ini menggunakan sepatu sneaker. Jadi sangat gue sarankan jika kalian ingin berkunjung ke curug Panganten gunakan alas kaki berupa sepatu adventure atau sandal gunung.

cerita singkat menuju curug panganten, pangalengan

Pemandangan sekitar jalur trekking menuju curug Panganten, Pangalengan

Setelah trekking dengan pemandangan berupa perkebunan warga, jalur trekking berikutnya berupa hutan yang masih alami. Jujur ketika memasuki daerah ini gue merinding. Lah gimana gue ngga merinding? Ini gue sendirian ke lokasi curugnya. Memasuki hutan jalanan menjadi semakin sempit. Di kiri berupa jurang yang dibawahnya berupa pohon-pohon yang tumbuh dengan rimbunnya dan terdengar arus air dari curug Pangantennya. Jujur aja gaes, gue udah mau balik kanan sewaktu memasuki daerah hutan ini. Perasaan gue udah campur aduk ditambah lagi medan jalan yang benar-benar berat dan menakutkan. Tapi akhirnya gue memberanikan diri untuk mencapai curugnya. Perjalanan dari hutan menuju lokasi curug Panganten kurang lebih 100 meter. Benar-benar terasa lama dikarenakan masih tertutup dan alami banget. Sangat gue sarankan untuk kalian yang mau berkunjung untuk membawa teman. Jangan sendirian!!! Gue aja kalau disuruh ke lokasi curug ini sendirian bakal berpikir dua kali.

Dan inilah hasil dari kenekatan gue menuju lokasi. Benar-benar sepi dan ngga ada orang di lokasi… Cuma ada gue dan mungkin penghuni asli disitu.

sampai di curug panganten pangalengan

perjalanan seru menuju curug panganten di pangalengan

Pose dulu di curug Pangantennya gaes

Setelah adzan Dhuhur berkumandang gue bergegas pulang. Hawa-hawa yang ngga menentramkan hati mulai datang gaes. Ditambah lagi kabut yang saat itu mulai datang. Duh menambah suasana semakin terasa horornya… tapi mungkin lebih horror kalau ditanya “mana calonnya” kali yah hahahaaa…

medan ekstrim saat mengunjungi curug panganten di pangalengan

Pulang-pulang berteman dengan kabut

Nah setelah sampai di warung tempat parkir motor, gue mencoba untuk menghangatkan badan dengan membeli secangkir kopi di warung tersebut. Disini ibu yang punya warung bercerita banyak mengenai curug tersebut. Ah pokoknya cerita sesuatu yang bikin merinding deh. Jadi intinya masih banyak mitos-mitos yang menyelimuti curug Panganten tersebut. Lah ibu penjaga warungnya aja yang udah tinggal di daerah sekitar selama 6 tahun lebih belum pernah sama sekali ke curug Panganten. Sampai ibu penjaga warungnya bilang ke gue “wah kang berani yah sendiri ke curug Panganten.” Pantas saja sebelum gue menuju curug dari beberapa orang yang gue tanya jalan menuju curug kebanyakan pada nanya “sendiri aja kang ke curugnya?” hmmm…setelah dapat cerita dari ibu penjaga warung gue akhirnya tau kenapa banyak orang yang tanya ke gue dengan pertanyaan yang sama. Alhamdulillah gue masih bisa kembali dengan selamat 😇.

Tips Menuju dan Saat di Curug Panganten

  • Pastikan kendaraan yang akan kalian pakai dalam keadaan yang baik. Jika ingin menggunakan kendaraan roda dua sebaiknya hindari menggunakan motor matik. Kendaraan roda empat juga masih bisa digunakan untuk mencapai lokasi.
  • Urungkan niat ke curug Panganten saat curah hujan sedang tinggi-tingginya. Sangat gue sarankan untuk datang ke curug saat curah hujan mulai normal atau rendah.
  • Datanglah ke curug Panganten dengan membawa teman. Jangan sendirian!!! Gue sudah merasakan sensasinya.
  • Pakailah alas kaki berupa sepatu gunung atau sandal gunung. Hindari menggunakan sneakers.
  • Sangat gue sarankan untuk tidak mengeluarkan kata-kata kotor selama trekking menuju curug, terutama saat sudah memasuki hutannya.
  • Jaga sikap juga yah gaes selama menuju curug Pangantennya.

Lokasi

Margamulya, Pangalengan, Bandung, West Java 40378

Peta Lokasi

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT