Stories

Kesulitan Selama Event 24HourProject

By on April 5, 2017

Dalam tulisan gue yang ini, gue sudah menceritakan keseruan dalam mengikuti 24HourProject. Nah dalam tulisan gue kali ini, gue akan mengajak kalian semua untuk kembali mendengarkan cerita gue mengenai 24HourProject. Kali ini gue akan bercerita mengenai kesulitan-kesulitan yang gue hadapi selama 24 jam mengambil foto jalanan kota Bandung. Penasaran ngga sih?? Pasti penasaran dong… yuuukkk ah langung aja capcus gaes. Monggo dinikmati

Seru bukan berarti ngga dapat kesulitan

24HourProject ini emang event yang seru banget menurut gue. Nah karena ini adalah event internasional pertama yang gue ikuti, gue menemukan beberapa kesulitan selama mengikuti event ini. Inilah beberapa kesulitan yang gue hadapi saat mengikuti 24HourProject.

  • Mengantuk
kesulitan yang dihadapi saat 24hourproject

Memotret yang sedang dipotret

Hal yang ngga bisa dihindari saat mengikuti 24HourProject adalah mengantuk. Di waktu-waktu dinihari (1/4) gue masih fresh dan bertenga tuh buat mondar mandir kesana kemari untuk mencari subjek untuk difoto sekaligus menunggu momen yang pas. Saat selesai sholat shubuh beberapa peserta yang mengikuti event ini pada banyak yang sudah tepar di Masjid Agung Bandung nah justru gue sendiri belum merasakan kantuk saat itu. Wajar memang karena gue sering bangun sekitar jam 02.00 atau 03.00 shubuh. Bukan berarti gue ngga ngantuk… Justru gue mulai merasakan kantuk saat jam-jam masyarakat Bandung mulai banyak beraktivitas (sekitar pukul 07.00 pagi). Sumpah jam-jam segitu gue harus menahan kantuk untuk mengambil foto di sekitar lokasi (waktu itu gue berlokasi di jalan Asia Afrika). Rasa kantuk benar-benar menurunkan konsentrasi. Bahkan buat yang ngga terbiasa bisa saja berhalusinasi. Nah jika yang lain mencoba mendoping diri mereka menggunakan kopi agar menahan kantuk, gue justru malah banyakin minum air putih dan terus gerak. Pendapat gue pribadi kalau gue duduk-duduk santai pasti gue akan cepat merasa kantuk beda halnya jika gue tetap bergerak. Tapi yah tetap aja gue ngantuk banget… Gue sempat tidur waktu balik ke kosan, itupun hanya tidur sekitar 20 menit dan dibangunkan sama teman gue yang tahu kalau gue lagi ikutan event 24HourProject.

  • Lelah
kesulitan-kesulitan saat 24hourproject

Update berita dulu om

Harus bergerak ke lokasi satu ke lokasi lain untuk mencari subjek yang ingin difoto membuat badan gue merasakan cuaappeekk yang teramat sangat. Ditambah lagi kurang tidur duhh rasanya nano-nano banget. Walaupun gue sering nyetrit sendiri dan bergerak dari lokasi satu ke lokasi lain tapi tentu event 24HourProject ini terasa berbeda banget. Dalam event ini selama 24 jam gue diharuskan untuk terus mencari-cari subjek untuk difoto. Yang artinya gue harus terus aktif bergerak untuk mencari momen yang pas untuk gue abadikan melalui kamera. Setelah event ini gue merasakan badan gue remuk-remuk lah. Pikiran ngga karuan banget hahahaaaa… Tapi semua terbayar kok dengan kepuasan.

  • Konsentrasi menurun
beberapa kesulitan saat 24hourproject

Ngudud dulu aaahhh….

Rasa kantuk ditambah lelah membuat konsentrasi gue menurun drastis. Ini beneran lah. Gue merasa sewaktu jalan ngga berpijak ke tanah kaya melayang gitu. Bahkan ketika gue melihat hasil foto di smartphone gue ada beberapa yang ngga fokus. Padahal sewaktu gue mengambil gambar gue ngerasa ngambil fotonya sudah fokus gitu hahahaaa…. Ah emang gue lagi butuh Aqua dah waktu itu.

  • Bahasa
kesulitan saat event 24hourproject

Kegiatan dinihari sekitar jalan Cikapundung – Naripan

Lah kok bahasa jadi kesulitan? Iya gaes… gue kan bukan asli orang Bandung, gue hanya numpang hidup aja nih di Bandung jadi gue belum fasih banget pakai bahasa sunda. Sedangkan street photography akan sangat berhasil jika gue berkomunikasi dengan subjek yang ingin gue foto (terutama manusia). Dengan menggunakan bahasa daerah tentu akan lebih mengakrabkan si fotografer dan si subjek. Nah karena gue ngga fasih-fasih banget pake bahasa sunda mau ngga mau harus pake bahasa Indonesia ketika ingin mengambil gambar terutama ketika subjeknya adalah manusia.

Tujuan dari komunikasi saat street photography ini sebenarnya untuk kedekatan personal saja sih. Jadi subjek ngga merasa risih ketika si photographer mulai mengambil gambarnya. Akan beda hal jika photographer diam-diam datang kemudian mengambil gambar subjek langsung. Pasti subjek akan lebih banyak menolak dengan mencoba untuk menutup mukanya. Jadi memang enaknya yah minta izin dulu ke subjeknya.

  • Persiapan kurang
event 24hourproject

Sarapan dulu gaess

Karena gue baru pertama kali mengikuti 24HourProject ini gue merasa kalau persiapan yang dilakukan sangat kurang. Ini lebih ke persiapan personal yah gaes. Sehari sebelumnya gue malah begadang coba, bukan malah istirahat hahahaaa…

Selain itu gue menyepelekan untuk membawa dua power bank hahahaaa… Mengikuti event ini benar-benar menguras baterai smartphone karena harus update secara real time ke Instagram. Bahkan ngga jarang gue mengambil gambar menggunakan kamera smartphone. Baterai semakin cepat ngedrop karena untuk melakukan transfer gambar dari kamera utama ke smartphone menggunakan wifi. Ditambah lagi gue menggunakan jaringan data 4G huaaaa….nyesel…nyesel banget gue ngga bawa dua powerbank. Powerbank yang gue bawa cuma berkapasitas 5000 mAh doang dan itu hanya bisa mencharge smartphone gue sebanyak 2 kali saja.

Sepertinya itulah kesulitan yang gue temukan selama mengikuti 24HourProject. Mungkin fotografer lain pun mempunyai kesulitan yang sama dengan yang gue alami. Tapi yah ngga tahu juga sih heheheee… yang jelas yang ngga bisa dihindari banget adalah rasa kantuk. Benar-benar ngga bisa ditolak bangetttt…

Ok gaes…akhirnya sampai juga di akhir tulisan. Kita bertemu lagi yah di cerita-cerita gue yang lain yang pastinya ngga akan kalah seru.

TAG
RELATED POSTS
2 Comments
  1. Reply

    ami

    April 9, 2017

    numpang meninggalkan jejak gan, jangan lupa ngampus!

    • Reply

      jeje

      April 25, 2017

      Iya Neng Ami….semangat ih buat yang udah ngejar skripsinya hehehe…

LEAVE A COMMENT