Stories

Terima Kasih D3100, Selamat Datang D7100

By on July 14, 2017

Hey…hey…hey…kembali lagi bertemu dengan tulisan gue yang saat ini masih setia ngejomblo 😌. Kali ini gue mau cerita tentang mainan baru gue yang menggantikan mainan lama. Jenis mainan apakah yang akan gue ceritakan? *musik horror* hahahaaa… Mainan gue yang akan gue ceritakan kali ini adalah kamera. Yapsss hobi gue tuh termasuk banyak salah satunya adalah photography. Biasanya hobi photography ini gue gabungkan juga sama hobi-hobi gue yang lain misalnya bersepeda. Jadi sambil bersepeda sambil hunting foto kadang-kadang malah hunting para wanita wkwkwk *beginilah nasib jomblo yang udah lumutan* Ok langsung aja yuk ke cerita utamanya biar ngga mengganggu waktu kencan kalian, check this out!!!

Jadi gaes sebenarnya gue udah lama kepengen banget untuk upgrade kamera Nikon D3100 gue ke seri yang lebih tinggi. Setahun belakangan memang sudah ada wacana tersebut namun masih gue urungkan karena memang ada kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih utama dan tentu kebutuhan yang tak terduga lainnya. Akhirnya di tahun 2017 ini gue dikasih rejeki lebih dan akhirnya bisa mengupgrade kamera gue ke level yang sedikit lebih tinggi.

upgrade kamera nikon d3100

teman setia selama lima tahun lebih

Kamera Nikon D3100 gue ini udah setia menemani gue selama lima tahun lebih. Ini lebih setia dibanding mantan-mantan gue yang ninggalin gue pas lagi sayang-sayangnya *eaaaa…. Di beberapa bulan terakhir kamera DSLR pertama gue ini sudah menunjukkan gejala-gejala untuk segera diistirahatkan dan mengizinkan gue untuk menduakannya 😚. Jadi D3100 gue ini selalu menghasilkan gambar yang tidak semestinya. Selalu ada warna gradient di atas gambar seperti berikut.

upgrade kamera nikon d3100 ke seri lebih tinggi

saatnya upgrade kamera nikon d3100

hasil kamera D3100 gue yang sudah agak-agak

Akhirnya gue cari info sana-sini katanya sensor kamera gue error. Whattt??? Sensor??? Yapsss sensor kamera gue yang kena. Nah karena udah menyangkut urusan sensor gue pikir kalau diperbaiki juga akan memakan biaya cukup mahal. Jadi berpikirlah gue untuk mengupgrade kamera sekalian.

Singkat cerita akhirnya gue survey-survey harga kamera bekas sekaligus kamera baru di beberapa lapak online. Tentunya gue mencari merek yang sama juga yaitu Nikon. Kalau ditanya kenapa Nikon lagi? Yah karena gue udah jatuh cinta aja sama garis kuning ini. Lagian gue udah lumayan banyak lensa Nikon kalaupun gue beralih ke garis merah gue butuh adapter lagi untuk bisa menggunakan lensa-lensa yang gue punya. Itu artinya butuh modal tambahan lagi wkwkwk.

Awalnya gue melirik Nikon D300s. Tapi dapat masukan dari teman lebih baik ambil kamera yang umurnya jangan terlalu tua karena kamera D300s adalah kamera Nikon yang usianya udah terbilang tua. Tapi kamera tersebut masih benar-benar handal banget dan banyak digandrungi para Nikonian. Gue melirik Nikon D300s karena memiliki 51 titik fokus dimana gue sangat butuh titik fokus yang banyak karena gue lebih banyak mengambil foto di jalanan mengingat aliran gue adalah street photography.

Beberapa teman-teman gue merekomendasikan untuk melirik Nikon D5500 atau Nikon D7000. Nah pendapat gue mengenai kedua seri kamera ini adalah Nikon seri D5XXX sangat tanggung dengan body kamera masih terbilang kecil pasti akan terasa kurang nyaman saat digunakan mengingat telapak tangan gue ini guedeeee hahaha. Masalahnya gue udah ngalamin dengan menggunakan D3100 yang body-nya emang kecil dan kurang begitu nyaman saat gue pegang. Kalau D7000 gue kurang srek karena saudara gue ada yang pakai dan terjadi masalah di baterainya, seperti baterai bocor. Padahal gue tahu saudara gue ini orangnya bukan orang yang teledor dan benar-benar bisa ngerawat barang banget.

Akhirnya jatuhlah pilihan gue ke Nikon D7100. Awalnya sih pengen Nikon D7200 tapi mengingat selisih harga secondnya juga masih jauh dengan D7100 akhirnya gue memutuskan untuk memantapkan hati gue untuk memilih si D7100. Yang penting udah ada 51 titik fokus wkwkwk.

Niat awal emang gue pengen beli yang second aja nih kamera. Tapi ngga tahu kenapa hati gue tergerak untuk iseng-iseng nanya harga kamera ini di toko offline di Bandung. Akhirnya Senin sore (10/07) jalan-jalan lah gue untuk survey harga asli di beberapa toko kamera di BEC. Nah harap berhati-hati jika kalian ingin membeli kamera di BEC. Gue mendapat pengalaman yang benar-benar harus kalian perhatikan. Selengkapnya kalian bisa membaca pengalaman gue di postingan berikut ini.

Akhirnya sampailah gue di toko keempat (baca postingan gue sebelumnya disini biar nyambung yah). Toko ini merupakan toko kamera dengan garansi resmi. Nama toko kameranya adalah WITACOM di lantai 1 BEC tokonya dekat dengan tangga turun dan selisih satu toko dengan MegaComp. Gampang dicari kok.

Disini gue dikasih informasi yang sebelumnya gue ngga tahu. Niat masuk toko untuk nanya harga eh malah bertahan di dalam toko WITACOM setengah jam lebih. Tapi lumayan dapat informasi. Nah dari informasi yang gue dapat di WITACOM galaulah gue untuk membeli kamera bekas. Dengan kegalauan gue yang terus bercampur aduk gue mantapkan hati untuk mengambil kamera baru saja. Ga apa-apa keluarin modal lebih dari rencana awal yang penting dapat garansi resmi dibanding beli kamera bekas tapi ex-nya adalah garansi distributor atau malah ngga jelas. Takutnya emang bukan keberuntungan gue entar yang ada malah dapat kamera yang dalemnya abal-abal.

OK keesokan harinya Selasa (11/07) gue kembali lagi ke WITACOM untuk bertransaksi. Gue langsung transaksi tanpa nunda-nunda lagi gaes karena emang kata penjaga tokonya D7100 ini sudah terbilang kamera yang discontinue jadi toko WITACOM hanya bisa kasih stock satu saja. Takutnya kalau gue ga buru-buru transaksi malah dipinang orang duluan huhuhu…

Selama proses transaksi gue dengan penjualnya banyak berbagi cerita sana sini mengenai penggunaan kamera. Kamera Nikon sih khususnya. Penjualnya juga ramah lho gaes dan ga pelit untuk berbagi ilmu. Saat lagi asyik ngobrol ada bapak-bapak yang sepertinya teman akrab si empunya foto. Dia lagi nyari tas kecil untuk kamera Canon G7Xnya. Tapi karena di WITACOM ga ada stok si empunya foto ngerekomendasikan nama toko apa gitu (gue ga terlalu ingat) tapi lokasi tokonya di BEC juga. Terus si bapak-bapak ini juga cerita ke si empunya toko kalau beberapa toko kamera di BEC kalau ngegetok harga ga kira-kira. Eh si empunya toko malah senyum-senyum aja dan dia nyeletuk “hati-hati pak di BEC banyak pedagang-pedagang nakal, kalau ngga pinter-pinter kita yang kena tipu.” Wooo jadi emang bukan rahasia umum lagi nih kalau di pusat perbelanjaan elektronik sebesar BEC ada jaringan pedagang-pedagang nakal. Mungkin ga hanya di BEC aja sih gue yakin di toko-toko elektronik besar lainnya ada juga pedagang-pedagang nakalnya. Tapi pastinya ada juga pedagang yang jujur seperti di toko WITACOM ini. Eh gue bukan maksud promosi yah, cuma ngasih tahu aja heuheu…

Sooo buat kalian yang di Bandung jika ingin membeli kamera terutama membelinya di BEC harap hati-hati. Baca postingan gue sebelumnya disini. Kalau kalian masih buta mengenai spek kamera dan ingin belanja offline di BEC kalian bisa mengajak teman kalian yang paham seluk beluk kamera atau bisa hubungi gue, gue dengan senang hati untuk menemani apalagi kalau cewe wkwk. Ok sampai disini dulu cerita gue. Postingan berikutnya gue berencana untuk bercerita pengalaman gue dalam menggunakan kamera Nikon D7100 untuk street photography. Penasaran? Pantengin terus yah blog gue yang makin kece kaya orangnya wkwkwkw…see you gaes!!!!

TAG
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT